Mentari Pagi

Ada seorang teman sering kali memperhatikan yang saya tulis. Saking 
hapalnya dengan tulisan saya, minggu lalu saya sempat absen menulis. 
Teman tersebut sempat mengatakan bahwa dirinya kehilangan mentari 
pagi. Begitu pula ketika saya sudah kembali aktif menulis, jakarta 
terguyur hujan dengan seharian. Teman itu juga tenggelam dalam 
kesibukkannya. Saya balik mengirimkan sms  "kemana ya perginya 
mentari pagi hari ini?"

Begitulah mentari pagi. Tetap indah untuk diperbincangkan. Ditulis 
dan dibacanya. Mentari pagi tetap menyapa, dikala kita menderita atau 
bahagia. Bahkan dikala manusia mengeksloitasi dirinya untuk 
kepentingan partai politik, ormas maupun operator gsm. Toh, tak 
membuatnya marah atau merasa dirugikan. Itulah kenapa saya seringkali 
menulis lebih suka mengawali dengan kata mentari pagi. Sebab mentari 
pagi memiliki ketulusan memberi sinarnya tanpa pernah mengeluh dan 
keinginan untuk memperkaya diri sendiri. Sebagaimana saya juga 
temukan pada pribadi-pribadi yang sederhana yang setiap hari saya 
temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti yang pernah ceritakan pada 
anda sebelumnya.

Wassalam,
agussyafii

==============================================
Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui 
http://agussyafii.blogspot.com dan sms 0888 176 48 72
==============================================



Kirim email ke