*http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=137424


Jepang Ikut Jejak Australia Dukung Garuda

TOKYO--MIOL: **Badan Penerbangan Sipil Jepang* (Civil Aviation Bureau-CAB)
menyatakan pesawat GA-881 milik Garuda Indonesia tetap boleh beroperasi di
negara itu menyusul hasil audit terhadap flag carrier Indonesia itu akhir
pekan ini.

Audit yang dilakukan tim inspeksi dari CAB Jepang itu menyatakan puas dengan
standar keselamatan penerbangan pesawat Garuda.

"Kami senang begitu hasil auditnya disampaikan saat itu juga," kata Regional
Manager Garuda untuk Jepang, China, Korea Selatan dan Amerika Serikat, Arif
Wibowo, di Tokyo, Sabtu (7/7).

Hasil tersebut membuat Jepang berbeda pandangan dengan Uni Eropa yang
melarang maskapai penerbangan asal Indonesia untuk beroperasi di seantero
Eropa, dengan alasan tidak memiliki standar keamanan dan keselamatan
penerbangan sipil.

Jepang merupakan negara kedua yang berkeyakinan maskapai Indonesia tetap
layak untuk terbang, setelah Australia.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan Jumat (6/7) lalu dengan dipimpin Inspektur
Senior CAB, N Nakamura. Usai pemeriksaan, Nakamura menyatakan Garuda tetap
memiliki komitmen besar terhadap regulasi yang menyangkut keamanan dan
keselamatan penerbangan.

Hampir satu hari penuh tim CAB melakukan pemeriksaan terhadap pesawat Garuda
dengan nomor penerbangan GA-881. Menjelang sore, tim CAB menyatakan pesawat
tujuan Tokyo-Denpasar-Jakarta itu boleh beroperasi.

Dengan hasil itu, Jepang melihat tidak ada alasan yang objektif bagi
pemerintahnya untuk melarang warganya menggunakan usaha jasa penerbangan ke
Indonesia seperti yang dilakukan UE.

"Tadinya kami sempat khawatir kalau-kalau tim inspeksi Jepang menemukan
sedikit saja kekurangan dan menyatakan kita tidak layak. Untunglah hasilnya
memuaskan. Garuda bisa lega sekarang," ujar Arif yang berinsiatif mengundang
CAB untuk memeriksa pesawat Garuda.

Selaku penanggung jawab operasional Garuda di Jepang dan juga latar
belakangnya di Garuda Maintenance Facility, memungkinkan Arif menempel terus
Nakamura selama melakukan pemeriksaan.

Selama pemeriksaan berlangsung, seluruh awak pesawat dan staf Garuda yang
berada di Bandara Internasional Narita berdebar-debar menunggu hasil audit.

Setelah menunggu sekian lama, mereka pun bersorak gembira begitu mengetahui
hasil audit. Begitu juga dengan karyawan lainnya yang berada kantor
perwakilan Garuda di kawasan Choda-ku, Tokyo. Mereka boleh bernafas lega.

"Kami senang dengan hasil yang dilakukan CAB. Hasil audit ini seperti
memberikan kembali kepercayaan diri Garuda untuk beroperasi di Jepang," ujar
Kemaru Okatomo, Koordinator Reservasi dan Penjualan.

Bertemu JATA

Berbekal hasil audit CAB, sekaligus untuk mempertahankan kepercayaan
konsumen Jepang, Arif Wibowo merasa perlu untuk mendatangi Asosiasi Biro
Perjalanan Jepang (Japan Asociation of Travel Agency-JATA) mengenai hasil
audit tersebut.

"Pertemuannya dilaksanakan Senin (9/7) pekan depan. Garuda merasa
berkepentingan untuk meyakinkan publik Jepang bahwa Garuda tetap aman untuk
diterbangi oleh mereka," ujarmya.

Sebelumnya sejumlah biro perjalanan Jepang menghubungi Garuda untuk
menanyakan seputar larangan terbang UE dan kondisi Garuda sendiri. Setelah
mendapat penjelasan barulah mereka memahami persoalannya.

Pemerintah Jepang sendiri tidak mengeluarkan travel warning yang melarang
warganya bepergian ke Indonesia dengan pesawat milik maskapai penerbangan
nasional.

Setiap hari Garuda menerbangkan pesawatnya dengan rute
Tokyo-Denpasar-Jakarta, sedangkan frekuensi penerbangan dari Osaka sebanyak
empat kali seminggu. Rute Jepang merupakan "mesin uang" bagi penerbangan
luar negeri Garuda.

Selama 2006, jumlah penumpang Jepang-Indonesia (PP) sebanyak 387.571 orang.
Sementara semester I 2007 (Januari-Juni) tercatat 157.183 orang.

Selain Jepang, Australia juga tidak melarang warganya bepergian ke
Indonesia. PM Australia John Howard menegaskan BUMN penerbangan pelat merah
itu tetap boleh terbang ke Negeri Kanguru itu.

Jepang dan Australia adalah dua negara yang menjadikan Indonesia, khususnya
Bali, sebagai obyek wisata favorit mereka. (Ant/OL-03)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke