*http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006114862
KALAKHAR BAKORKAMLA BERTEMU MENHAN AUSTRALIA* Keamanan laut perairan Indonesia merupakan bagian penting bagi terciptanya keamanan laut Australia. Hal ini terungkap dalam pertemuan Menhan Australia Brendan Nelson MP dan* Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Bakorkamla, Laksdya TNI Djoko Sumaryono*, akhir pekan lalu di Kantor Bakorkamla, Jakarta. Selasa (10/7) di Jakarta, Menhan Australia, yang didampingi Duta Besar Australia untuk Indonesia Hill Farmer, memandang perlu adanya peningkatan kerja sama antara kedua negara, dalam hal ini antara Border Protection Command (BPC) dan Bakorkamla sebagai institusi pemerintah yang sama-sama menangani keamanan laut. Sebagaimana Indonesia, Australia pun menghadapi persoalan masuknya kapal-kapal asing ilegal. Australia mengkhawatirkan, masuknya kapal-kapal ini, selain melakukan penangkapan ikan ilegal, juga dimanfaatkan jaringan teroris internasional, yang dapat membahayakan kepentingan nasional Australia. Karena itu, Australia memandang penting terwujudnya kerja sama dengan Indonesia, yang secara geografis wilayah perairannya berbatasan langsung dengan Australia. Terciptanya keamanan laut perairan Indonesia, akan berdampak positif bagi keamanan laut Australia. Untuk itu, Menhan Australia menyatakan, negaranya siap membantu Bakorkamla dalam bentuk capacity building, pelatihan, penyediaan kapal, pertukaran tenaga ahli, dan pemberian bea siswa. Sementara itu, Kalakhar Bakorkamla Laksdya TNI Djoko Sumaryono menjelaskan hasil pelaksanaan Operasi Bersama bersandi Operasi Gurita I/2007 (12-22/4), yang melibatkan kapal-kapal dari TNI AL, Kepolisian, Departemen Perhubungan (Hubla), Departemen Kelautan dan Perikanan (P2SKP), dan Departemen Keuangan (Bea Cukai). Menurut Kalakhar, Operasi Gurita I/2007 yang dilaksanakan dengan daerah operasi sebagian Indonesia bagian barat telah memeriksa 122 kapal. Dari hasil pemeriksaan terhadap kapal-kapal tersebut, 10 kapal diproses secara hukum, karena ada bukti melakukan penangkapan ikan ilegal oleh tujuh kapal, penambangan ilegal (dua kapal), dan penyelundupan (satu kapal). Operasi Bersama yang baru kali pertama dilaksanakan Bakorkamla sejak diresmikan berhasil menekan jumlah angka pelanggaran di laut dan mengamankan asset negara senilai Rp 65, 8 Milyar. Keberhasilan pelaksanaan operasi ini mendapat penilaian positif dari Menhan Australia dan menjadi bukti keseriusan Indonesia dalam menangani keamanan laut. [Non-text portions of this message have been removed]

