*http://www.kompas.com/
Terdeteksi, Jejak Galaksi Terjauh dan Tertua LONDON, RABU*- Jejak galaksi terjauh dan tertua - sejauh ini - berhasil terdeteksi menggunakan teleskop raksasa. Temuan ini sangat penting nilainya karena memberikan informasi untuk menguak asal-usul alam semesta. "Kami yakin ini objek-objek tertua yang pernah terdeteksi," ujar Richard Ellis, astronom dari Institut Teknologi California, AS (Caltech) yang memimpin tim astronom mendeteksi objek tersebut. Para astronom menggunakan teleskop Keck II yang berdiameter 10 meter di Mauna Kea, Hawaii untuk dapat mendeteksi keberadaannya. Galaksi tersebut diperkirakan telah terbentuk hanya 500 juta tahun sejak terbentuknya alam semesta yang diperkirakan sekitar 13,7 miliar tahun lalu. Artinya, cahaya bintang-bintang yang membentuk galaksi ini telah mengarungi ruang angkasa lebih dari 13 miliar tahun atau sekitar 10 triliun kilometer. Namun jejaknya masih dapat terlihat karena adanya efek lensa gravitasi dari galaksi-galaksi lainnya. Sesuai teori Einstein, cahaya dari objek yang sangat jauh akan dipantulkan saat melalui suatu medan gravitasi. "Lensa gravitasi merupakan penguat pancaran cahaya dari sumber-sumber yang sangat jauh," ujar Ellis. beberapa di antaranya dapat menguatkan hingga 20 kali lipat. Dengan mengamati kluster-kluster galaksi yang menghasilkan efek lensa gravitasi kuat secara cermat, tim yang dipimpin Ellis berhasil mendeteksi enam bintang yang membentuk galaksi pada jarak sangat jauh. Ia mengatakan objek-objek tersebut dapat menjelaskan tahap pertumbuhan alam semesta sejak bintang-bintang mulai memancarkan cahaya. Alam semesta diyakini terbentuk sejak terjadinya ledakan besar (Big Bang) yang memancarkan radiasi energi sangat besar. Sampai sekitar 300 ribu tahun sesudahnya, kata Ellis, alam semesta dipenuhi kabut tebal yang sangat panas kemudian memasuki periode gelap (Dark Age) di mana belum ada bintang-bintang yang terbentuk. Bintang-bintang baru terbentuk saat hidrogen terkumpul dan runtuh. "Kami memprediksi kumpulan radiasi dari populasi bintang-bintang tersebut sudah cukup besar untuk memecah atom hidrogen di ruang angkasa saat itu untuk mengakhiri periode gelap," ujar Ellis yakin. Sumber: Space.com Penulis: Wah [Non-text portions of this message have been removed]

