malah setahu saya, indonesia ga pernah kalah perang.
dari jaman sukarno, indon ga pernah kalah menghadapi separatis seperti
daud beureuh, kahar muzakar, katrosuwiryo.

lagipula apakah singapore punya intensi utk menjajah secara fisik
negara tetangganya?

mengherankan bisa muncul opini paranoid seperti itu.





--- In [email protected], Satrio Arismunandar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mas Nizami, KAPAN Indonesia pernah perang dengan Singapura (dan
dimenangkan Singapura)? Kok nggak pernah dengar.....
>  
> Satrio Arismunandar 
> Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
> Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
> Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
>  
> http://satrioarismunandar6.blogspot.com
> http://satrioarismunandar.multiply.com  
>  
> "If you know how to die, you know how to live..."
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]; lisi
<[EMAIL PROTECTED]>; sabili <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, July 16, 2007 11:39:40 AM
> Subject: [ppiindia] DCA - Awal Agresi Singapura ke Indonesia?
> 
> Perjanjian kerja sama pertahanan atau Defence
> Cooperation Agreement antara Indonesia dan Singapura
> kelihatannya hanya merugikan Indonesia.
> 
> Singapura bebas berlatih perang hingga 15 hari dalam
> sebulan dengan memakai berbagai peralatan tempur,
> rudal, dan peluru asli di wilayah Indonesia seperti di
> Riau dan Sumatera Selatan selama 25 tahun. Sementara
> Indonesia tidak bisa mengadakan latihan perang di
> wilayah Singapura.
> 
> Latihan perang ini juga akan merugikan penduduk
> setempat karena mereka tidak bisa bertani/melaut
> selama ada latihan perang dan mendapat resiko terkena
> rudal/peluru.
> 
> Selain itu Singapura bebas latihan perang baik dengan
> TNI, mau pun sendiri atau dengan negara ketiga seperti
> AS dan Australia.
> 
> Nah jika itu terjadi, pesawat-pesawat tempur (dengan
> kecepatan 2x suara/lebih) Singapura yang jauh lebih
> canggih dari pesawat tempur Indonesia dapat dengan
> mudah meneruskan penerbangannya dari Sumatera Selatan
> ke Jakarta hanya dalam waktu kurang dari 30 menit dan
> meluluh-lantakkan Jakarta dengan rudal-rudalnya.
> 
> Biasanya perang terjadi dengan negara-negara yang
> terdekat/tetangga. Nah tetangga dekat Singapura adalah
> Malaysia dan Indonesia. Singapura sendiri pernah
> perang dengan Indonesia yang dimenangkan oleh
> Singapura. Pesawat Indonesia yang antik dengan mudah
> dijatuhkan oleh pesawat Singapura yang canggih dari
> AS.
> 
> Jadi pemerintah Indonesia sepertinya "baik hati"
> sekali menyediakan tanah air Indonesia sebagai tempat
> latihan perang bagi Singapura yang notabene akan
> dipakai untuk perang terhadap negara terdekatnya di
> antaranya Indonesia... :)
> 
> http://www.kompas. co.id/kompas- cetak/0707/ 16/utama/ 3692036.htm
> Ada Kesan DCA Ditutup-tutupi
> Pemerintah Tidak Perlu Khawatir Kehilangan Muka
> 
> Jakarta, Kompas - Sosialisasi tentang perjanjian kerja
> sama pertahanan atau Defence Cooperation Agreement
> antara Indonesia dan Singapura yang tidak jelas memicu
> keresahan warga ataupun pemerintah daerah yang
> wilayahnya akan dijadikan lokasi kerja sama. Apalagi,
> perjanjian itu belum diserahkan ke parlemen.
> 
> Kondisi tersebut terungkap dalam perjalanan Kompas,
> saat mengunjungi sejumlah wilayah, seperti Baturaja
> (Sumatera Selatan), Batam, dan sejumlah kabupaten di
> Kepulauan Riau, yang akan menjadi area kerja sama
> pertahanan itu, sepanjang pekan lalu.
> 
> Dalam Defence Cooperation Agreement (DCA) itu,
> Indonesia menyediakan sejumlah wilayahnya untuk
> dipakai angkatan bersenjata Singapura berlatih
> militer, baik bersama TNI, sendiri, maupun melibatkan
> negara ketiga. Kerja sama akan berlaku efektif selama
> 25 tahun, begitu diratifikasi kedua negara. Area
> latihan militer itu antara lain Pusat Latihan Tempur
> TNI Angkatan Darat Baturaja, Area Alfa 1 dan 2, serta
> Area Bravo.
> 
> Namun, kelanjutan proses ratifikasi DCA dan pengaturan
> pelaksanaan area latihan militer (implementing
> arrangement military training area/IA MTA), termasuk
> perjanjian kerja sama ekstradisi (extradition treaty),
> buntu (deadlock). Kebuntuan terjadi pada IA MTA Area
> Bravo menyusul permintaan Singapura menyangkut
> frekuensi latihan dan kekuatan pasukan, yang menurut
> Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono "terlalu
> berlebihan", seperti berlatih selama 15 hari setiap
> bulan.
> 
> Perpanjang ketidakpastian
> 
> Wakil Ketua Komisi I DPR Yusron Ihza Mahendra, Minggu
> (15/7) di Jakarta, mengakui, belum ada perkembangan
> apa pun mengenai DCA. Pemerintah belum menyerahkan
> perjanjian itu untuk dibahas DPR dan diratifikasi.
> Bahkan, terkesan pemerintah menutup-nutupi perjanjian
> kerja sama itu.
> 
> "Semakin diulur, kian panjang ketidakpastiannya, dan
> warga menunggu dalam ketidakjelasan. Tanpa kejelasan,
> warga yang dirugikan. Jika pemerintah menganggap tak
> layak, sampaikan ke DPR, kami tak akan meratifikasi, "
> ujarnya.
> 
> Secara terpisah, peneliti senior Centre for Strategic
> and International Studies (CSIS) Edy Prasetyono
> mengakui, memaketkan DCA dengan perjanjian kerja sama
> ekstradisi adalah kesalahan strategi Indonesia, baik
> dalam hal negosiasi maupun penjelasan ke publik.
> Karena itu, bila DCA nanti ditolak DPR, pemerintah tak
> perlu merasa kehilangan muka.
> 
> Menurut Eddy, sikap tak perlu khawatir kehilangan muka
> itu bisa menyelesaikan kontroversi yang sekarang ini
> terjadi dan meresahkan warga di sekitar tempat
> pelatihan. Artinya, bila DCA tidak lagi memiliki celah
> untuk dinegosiasikan, pemerintah segera saja
> menyampaikan ke DPR, tidak perlu mengambangkannya
> terus.
> 
> "Setiap treaty di mana pun butuh proses ratifikasi.
> Banyak contoh juga meski sudah dicapai kesepakatan,
> kemudian ditolak oleh parlemennya, " tuturnya.
> 
> Eddy mencontohkan, perjanjian pembatasan senjata
> strategis Salt II antara Amerika Serikat (AS) dan Uni
> Soviet. Saat itu meski Pemerintah AS setuju karena
> Senat AS menganggap akan lebih banyak merugikan
> negara, kerja sama itu dibatalkan.
> 
> Namun, apabila masih ada celah, pemerintah perlu
> segera merundingkan kembali pasal yang dianggap
> merugikan Indonesia dengan Singapura.
> 
> Masyarakat resah
> 
> Sejumlah warga yang ditemui Kompas di lokasi mengaku
> cemas kalau kerja sama pertahanan dalam bentuk latihan
> militer itu akan mengganggu aktivitas serta sumber
> mata pencarian sehari-hari. Seperti diungkapkan Ardi
> dan Kasino, petani warga Desa Sabahlio, Kabupaten Ogan
> Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel. OKU dikenal sebagai
> kawasan lumbung beras Sumsel.
> 
> Ardi dan Kasino dengan sistem sewa menggarap lahan di
> areal Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI Angkatan
> Darat. Meski mengaku terbiasa dengan aktivitas militer
> di lokasi itu, keduanya mengaku kerja sama terbaru itu
> kelak akan berdampak pada aktivitasnya. Apalagi,
> sampai kini belum ada penjelasan apa pun terkait DCA
> tersebut.
> 
> "Biasanya jika ada latihan, warga dilarang masuk
> Puslatpur TNI AD Baturaja untuk menggarap karena
> berbahaya. Padahal, saya bertani di sana. Nanti
> bagaimana kami menggarap kalau latihannya sering,"
> ujar Ardi.
> 
> Kekhawatiran juga dilontarkan sejumlah nelayan, yang
> mencari ikan di perairan Kepulauan Natuna dan Anambas.
> Sesuai dengan DCA, kawasan itu masuk dalam Area Bravo,
> yang akan dipakai Angkatan Laut dan Angkatan Udara
> Singapura untuk berlatih manuver, menembak, dan
> termasuk kemungkinan memakai peluru tajam dan peluru
> kendali.
> 
> "Jika latihannya memakai peluru tajam dan peluru
> kendali, kami pasti dilarang melaut di sana.
> Masalahnya, berapa lama? Kalau terlalu lama dan
> sering, kami mau hidup dari mana?" ujar Azha, nelayan
> asal Anambas.
> 
> Dalam pemantauan Kompas dari udara, beberapa pulau
> kecil dan terluar di kawasan perairan itu tampak
> berpenghuni. Sejumlah pulau juga sering dimanfaatkan
> sebagai tempat berlindung nelayan dari serangan badai.
> 
> Kebingungan menjalar sampai ke tingkat pemerintahan
> daerah dan legislatif, seperti yang terlihat di
> Kabupaten OKU dan OKU Timur. Bupati OKU Timur Herman
> Deru dan Bupati OKU Eddy Yusuf mengaku sama sekali
> belum tahu soal kerja sama pertahanan itu.
> (dwa/jos/fer/ sut/dik) 
> 
> ===
> Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
> Kirim email ke: syiar-islam- subscribe@ yahoogroups. com
> 
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Luggage? GPS? Comic books? 
> Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
> http://search. yahoo.com/ search?fr= oni_on_mail& p=graduation+
gifts&cs= bz
> 
> 
> 
> 
>  
>
____________________________________________________________________________________
> Sucker-punch spam with award-winning protection. 
> Try the free Yahoo! Mail Beta.
> http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta/features_spam.html
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke