Dear Friends, Berikut ini percakapan antara Mas Ikhsan
dan saya di Yahoo Messenger tentang MATA KETIGA,
KOMUNIKASI INTUITIF, dan NALURI. Semoga bermanfaat
bagi rekan2 lainnya. (Leo).


+++++++++++++

I = Ikhsan
L = Leo


I: Siang mas! Dah lama pengen nanya2 lagi, tapi
kayaknya kok Mas Leo ga pernah online.

L: Selamat siang, aku lupa namanya!
 
I: Ikhsan

L: Ok, aku ingat. Di Yogya ya? Mahasiswa komunikasi?

I: Ya, setelah mk3 saya dibuka beberapa minggu yg
lalu, saya kok sering merasa hangat di dahi tiap kali
ngobrol sama orang. Memang sih, saya berusaha lebih
intens menyengaja konsentrasi di titik itu.

L: Good. Biasa aja juga gak apa2 mas. Gak usah sengaja
konsentrasi juga ok aja kok. Itu akan berjalan dengan
sendirinya.

I: Hari minggu kmrn pas ultah, seharian saya merasa
sensasi2 yg sering mas ceritakan di postingan, seluruh
tubuh dijalari rasa hangat yg datang tiba2 dari dahi,
trus ke tangan, dada, perut sampai punggung.

L: Then?

I: Cuman saya bingungnya, apa memang itu reaksi mata
ketiga ato hanya reaksi fisik akibat saya kecapekan,
or cuaca yg aneh di jogja?

L: Itu prana mas, energi alam semesta yang masuk ke
tubuh kita. Masuk dan keluar lagi. Kalau kita sehat,
jasmani dan rohani, prana itu akan keluar masuk dengan
bebas. Kalau capek, maka prana yang segar akan masuk
untuk meredakan capek itu. Very normal. Mata Ketiga
juga menarik "prana", tetapi itu langsung dari Dimensi
Ruh, dan rasanya beda dengan prana yang biasa. 

Kalau anda menjadi diri sendiri, maka energi ruh itu
akan masuk ke tubuh anda melalui Mata Ketiga. Very
refreshing. Sangat menyejukkan, mendamaikan,...
dan itu tidak perlu dicari-cari, tetapi datang sendiri
ketika anda membutuhkannya.

Aku cuma sharing pengalaman saja ya, anda juga mungkin
telah mengalaminya. Kalau belum, pasti sebentar lagi
juga akan mengalaminya.

I: Oke mas, I'm glad to listen to ur experience... Oya
trus tentang hangat di jidat pas dicurhatin temen2,
kata Mas Leo kan jawaban2 akan muncul seperti intuisi,
kita omongkan apa adanya, tapi kok kayaknya belum gitu
membantu orang tersebut?

L: Hm.

I: Sambil nunggu mas cerita, bisa skalian minta
di'baca' elemen dasar saya apa ga? Sy jd tertarik utk
mengenal 'Diri'.
 
L: Lha, dulu kan udah?

I: Belum kok. Cuma dikasi tau kondisi alpha dalam 
dada, itu thok.

L: Air. Banyak airnya. Gak apa2, semua elemen ada di
kita. 

I: Oke, nanti akan saya cari pnjelasannya di
postingan2 mas.

L: Cuma aku merasa bahwa sampeyan ini suatu saat akan
menjadi komunikator yang handal sekali. Pembicara di
muka umum. A public speaker.

I: Betul mas, kata orang saya jago ngomong.

L: You'll teach the public. You'll teach the younger
generations. To be themselves, to become themselves
more. In the years to come.

I: Kemarin abis presentasi di depan wakil dekan se
ugm, hehe.. Katanya mau cerita, i'm waiting.

L: Udah ceritanya.

I: Lho mana? Sharing pengalaman Mas Leo tadi itu lho.

L: Barusan, yang di atas. Cerpen. Cerita Pendek. Gak
ada awal, gak ada ujung, tapi udah finished.

I: Sharing pengalamannya mana?

L: Ok geneh, tentang berbicara kepada orang lain
dengan niat membantu itu? ... Ngomong aja mas.
Nanti akan tahu sendiri kiat2nya. Kalau aku, biasanya
gak mao ngomong kalo gak ditanya. Kalo ditanya, baru
aku ngomong. Dan kalo aku sudah ngomong, aku akan
bicara terus apa adanya. Terserah tanggapan orang itu.
Yang penting kita sudah bicara. Itu saja sharing
pengalaman aku.

Tapi teknik2 yang lebih spesifik, dan pas untuk anda,
anda harus menemukannya sendiri. Caranya trial and
error. Kalo gak mao jalanin trial and error, kita gak
bisa maju,... gak bisa jadi diri sendiri,... en
finally, gak bisa bantu orang lain.

I: Makasi, saya sudah dan masih mencobanya. Inget ttg
egoless self? Bahwa kita menghilangkan kepentingan
diri/ego saat bantu orang?

L: Ya mas, itu juga kuncinya. Artinya, intuisi2 itu
keluar begitu saja tanpa memperdulikan ego kita atau
kepentingan kita. Yang keluar dari mulut kita kan
untuk membantu orang lain, dan bukan untuk membela 
ego kita.

I: Tapi kapan saatnya ego boleh muncul?

L: Ego muncul ketika kita menggunakan naluri2 kita.
Dimensi Naluri adalah dimensi yang paling "bawah" di
diri manusia. Hubungannya dengan survival secara
fisik. Ego itu selalu berhubungan dengan naluri dan,
setelah dikembangkan, dengan Belief System tertentu.

I: Inilah yang membuat saya disalahpahami, itu tuuuh
masalah perempuan.

L: Kenapa perempuan? Itu kan naluri buat nge-sex which
is ok2 aja.

I: Iya tapi mereka tidak bisa menerima sahabat yg
ternyata mencintainya.

L: Then?

I: Ketika mereka curhat, saya selalu berusaha tidak
mengikutkan ego.

L: Hm.

I: Mungkin setelah itu, mereka menganggap saya lebih
sebagai sahabat. Tapi yg namanya interaksi lama,
pepatah jawa bilang witing tresno jalaran soko kulino.
Karena intensitas serta kualitas yg semakin meningkat,
mulai tumbuh benih2 cinta, dan ketika saatnya ego saya
berbicara, salah pahamlah yg terjadi. Mungkin mereka
menganggap pengkhianat, sahabat yang tidak tulus,
pengecut, dsb.

Saya menyadari bahwa saya bukan tipe orang yg bisa
jatuh cinta pada pandangan pertama. Butuh waktu lama
untuk meyakinkan hati ini, memutuskan dialah pasangan
yg pantas. Saya khawatir, ini akan berulang2 terus 
tiap kali saya dekat dengan perempuan.

L: Hm, akan berulang-ulang terus sampe bosen dengan
"game" itu. Itu kan cuma "game" saja, kalo 
masih suka dengan itu, itu akan jalan terus, berulang
terus. Tapi kalo udah bosen, maka "game" yang lain
akan muncul. Akan muncul "game" yang baru. Tapi memang
harus diniatkan,... Harus diniatkan untuk melepaskan
"game" model lama itu,... Itu saja komentar aku.

I: Pernah temen saya menyarankan, harus beda
perlakuan/stimulus yg diberikan ketika meniatkan
mencari pasangan pacar, kata temen saya... Kalo itu 
yg terjadi, berarti sejak awal hubungan saya harus
mengikutkan ego dunk?

L: Well, ego selalu ada. Muncul dan pergi, muncul 
dan pergi. On and off. On and off. Seperti itu
manifestasinya. Seperti lampu yang kelap kelip.
Memangnya siapa yang bilang kalo ego bisa ditinggalin
di dalem laci meja tulis?

Ego harus selalu ada, dan memang selalu ada. Cuma,
kalo manusianya lebih stabil, ego itu bisa dipake
seperti lampu kelap kelip. On and off. On and off. 
Itu bedanya dengan orang "egois" yang egonya sebesar
Monas. Dan gak bisa on and off. Bisanya on terus.

I: Meskipun orang lain akan kebingungan menilai
kita? "Paan sih ikhsan?! Gak jelas", mungkin itu
kata mereka... Well, makasi banyak mas atas
sharingnya.

L: You're welcome. Bye!

I: Oke.


+++++++++++++


[Leo adalah alumnus UI dan PennState, seorang praktisi
PSIKOLOGI TRANSPERSONAL. Untuk membuat appointment,
please contact him at HP number: 0818-183-615. 
E-mail: <leonardo_rimba@ yahoo.com>.
Tentang REKON MATA KETIGA, please see these link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1046>.
Tentang PROFILE Leo, please see this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/992>.
Tulisan2 Leo dengan TOPIK MATA KETIGA bisa ditemukan
di milis SPIRITUAL-INDONESIA; untuk bergabung, please
click this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>].









Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke