mestinya buruh nasa dan hasi menuntut hartati. paling tidak berdoa
agar dia menerima karma yang setimpal.



At 04:18 PM 7/27/2007, you wrote:


>Benar. Hartati ini keterlaluan. Orang seperti dia ini, yang pandai
>memanipulasi sentimen nasionalisme untuk kepentingan picik ekonomi
>pribadi, yang bikin Indonesia menderita.
>
>--- In <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com>[email protected], 
>"Yap Hong Gie" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Dari awal sudah jelas bahwa, pemutusan kontrak pembelian Nike Inc. cuma
> > dijadikan alasan untuk tidak membayar pesangon 14,000 buruh, dengan
>kerja
> > rata-rata 15 th.
> >
> >
> >
> >
><http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/07/26/brk,20070726-104394,id.html>http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/07/26/brk,20070726-104394,id.html
> >
> > Nike Tetap Tinggalkan Murdaya
> > Kamis, 26 Juli 2007 | 00:33 WIB
> >
> > TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajemen perusahaan sepatu asal Amerika
>Serikat
> > Nike Inc. bersikukuh untuk tidak memperpanjang kontrak jual beli
>dengan PT
> > Naga Sakti Pharama Shoes Indonesia (Nasa) dan PT Hardaya Aneka Shoes
> > Indonesia (HASI) milik Siti Hartati Murdaya. Alasannya, tawaran untuk
> > memperpanjang kontrak dan menambah order ditolak pihak Hartati, maka
>Nike
> > memilih untuk tidak melanjutkan negosiasi.
> >
> > "Sejauh ini belum ada kesepakatan apa pun. Jadi sampai sekarang
>posisi Nike
> > belum berubah, bahwa order hingga Desember ini," ujar Nike Coorporate
> > Responsibility Communications Director Erin Dobson kepada Tempo,
>Rabu (25/7)
> > di Jakarta.
> >
> > Sebelumnya, Nike telah memutuskan kontrak order pembuatan sepatu
>pada 6 Juli
> > 2007. Hartati mengumumkan perihal itu kepada pekerjanya pada 10
>Juli. Nike
> > memberikan tenggang waktu selama sembilan bulan dan hanya memberikan
>order
> > 300 pasang.
> >
> > Ketika dikonfirmasi tentang hasil pertemuan Nike dan Hartati
>kemarin, Erin
> > membenarkan tidak ada jalan keluar. "Sebetulnya Nike sudah menawarkan
> > perpanjangan kontrak 12 bulan untuk HASI dan 24 bulan untuk Nasa, tapi
> > ditolak PT Central Cipta Murdaya (induk perusahaan HASI dan Nasa). Jadi
> > sebenarnya sudah ada good will dari Nike," katanya.
> >
> > Namun begitu, ke depan, Nike memastikan tetap memiliki niat baik dan
> > berkomitmen dengan Indonesia. "Tapi further step (negosiasi
>lanjutan) belum
> > tahu. Tergantung bagaimana pembicaraan ke depan," kata Erin. Dia
>membenarkan
> > kantor Nike di Bursa Efek Jakarta sudah tutup sejak didemo puluhan ribu
> > buruh Hartati beberapa waktu lalu.
> >
> > Pemilik Central Cipta Murdaya, Hartati Murdaya membantah negosiasi
>dengan
> > Nike menemui jalan buntu. Dia mengaku, pertemuan kemarin dengan Nike
> > membuahkan hasil. Nike sepakat perpanjangan kontrak untuk ke dua
>pabrik.
> > "Nike setuju untuk memperpanjang kontrak 12 bulan untuk HASI dan 24
>bulan
> > untuk Nasa," ujarnya kepada Tempo Rabu (25/7).
> >
> > Menurut dia, Nike bersedia menambah pesanan (order). Namun, kata
>Hartati,
> > kedua kesepakatan (menambah order dan memperpanjang kontrak) belum
>berupa
> > kesepakatan detail. "Pihak Nike pergi ke Amerika, dan anak buahnya
>yang akan
> > melanjutkan (folow up)," tuturnya. Detail negosiasi, katanya akan
>dirumuskan
> > dalam waktu empat hari.
> >
> > Sumber Tempo mengatakan, negosiasi dilakukan di salah satu ruang di
>Hotel
> > Ritz Carlton sejak pukul 10.00-16.00 pada Selasa (24/7). Namun,
>negosiasi
> > tidak menghasilkan kesepakatan. Menurut dia, pada saat konsep
>perjanjian
> > akan diteken pada pukul 15.00 perwakilan Nike dan Hartati Murdaya
>bertemu
> > dengan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Lutfi.
> >
> > Menjelang penandatangan draf perjanjian, kata sumber itu, tiba-tiba
>Nike
> > menolak menekannya. Alasannya, Nike tetap dipaksa membayar pesangon
>14.000
> > buruh. "Padahal Nike sudah banyak mengalah, dengan menyampaikan
>pihaknya
> > akan memperpanjang kontrak pembelian dengan dua perusahaan
>masing-masinng
> > menjadi 12 dan 24 bulan," ujarnya kemarin. Pukul 16.00 rombongan Nike
> > langsung balik badan dan pulang ke Amerika Serikat.
> >
> > Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang
>Investasi Chris
> > Kanter menilai permintaan bos Central Cipta Murdaya kepada Nike Inc.
>untuk
> > membayar pesangon buruhnya sangat tidak masuk akal. Sebab dalam kontrak
> > kedua perusahaan ini adalah jual beli, dan dalam praktek bisnisnya,
>pembeli
> > tidak wajib untuk membayar pesangon. "Hartati mestinya tidak bisa lepas
> > tangan dari kewajiban membayar pesangon dan melimpahkannya ke Nike,"
> > ujarnya.
> >
> > Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Lutfi membenarkan
>negosiasi
> > kedua pihak tidak berhasil mencapai kesepakatan. "Tidak sepakat
>kemarin,
> > tapi tidak tertutup kemungkinan besok atau masa yang akan datang
>didapat
> > kesepakatan," ujarnya kepada Tempo Rabu (26/7).
> >
> > Ditanya alasan penolakan Nike menandatangani perjanjian itu, Lutfi
>mengaku
> > tidak tahu. "Kami (pemerintah) inginnya masalah ini cepat selesai, tapi
> > ternyata tidak langsung selesai. Tentunya saya tidak berhenti di sini,"
> > katanya.
> >
> > RR ARIYANI | YULIAWATI
> >
>
>



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke