*http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0707/27/104259.htm
Planet dengan Empat Matahari, Mungkinkah?* Dengan satu Matahari saja, Bumi begitu indah. Terbit dan tengelamnya bahkan dinanti-nanti banyak pelancong di berbagai lokasi wisata. Bagaimana jika ada empat Matahari? Tegoklah sebentar ke konstelasi TW Hydae yang berjarak 150 tahun cahaya dari Bumi. Para astronom mengatakan pemandangan seperti itu mungkin dapat dilihat dari planet yang mungkin terbentuk di piringan debu di sistem empat bintang di rasi bintang tersebut. Sistem perbintangan di sana terbentuk dari dua pasang bintang kembar. Menggunakan pengindera inframerah di teleskop ruang angkasa Spitzer milik badan antariksa AS NASA, para astronom dapat melihat adanya piringan debu yang terbentuk mengelilingi sepasang bintang kembar. Bayangkan kalau Anda berada di sebuah lokasi di dalam piringan tersebut, maka akan melihat sepasang Matahari yang bersinar terang. Sementara itu sepasang Matahari lainnya memancarkan sinar yang lebih redup dan kelihatan lebih kecil. Secara teori, kumpulan debu angkasa yang mengelilingi bintang kembar bernama HD 98800 merupakan bentuk piringan circumstellar yang menjadi tempat kelahiran planet-planet. Kebanyakan piringan memiliki struktur yang halus dan rapi, namun hasil pengamatan Spitzer memperlihatkan adanya ruang kosong di dalam piringan yang mungkin tetlah tersapu benih planet (protoplanet) yang sudah terbentuk. Para peneliti mempelajari dua sabuk material di piringan circumstellar di sana. Salah satu sabuk material yang berada pada jarak 1,5-2 unit astronomi (1 unit astronomi = jarak Matahari-Bumi =150 juta kilometer) memiliki butiran debu yang halus yang mungkin membentuk planet-planet. Sedangkan sabuk lainnya yang berjarak 5,9 unit astronomi mungkin membentuk asteroid dan komet. Dunia dengan empat Matahari termasuk jarang ditemui. Para astronom sebelumnya mengira bahwa gaya tarik-menarik antar-bintang yang berdekatan akan menghambat pembentukan planet-planet. Namun, hasil pengamatan menunjukkan bahwa benih planet-planet tetap dengan mudah ditemukan seperti halnya di sistem bintang kembar yang lebih umum dijumpai. Sistem dengan tiga bintang juga ada yang terbentuk di alam semesta. "Karena bintang-bintang muda terbentuk dalam sistem banyak bintang, kami yakin evolusi piringan di sekelilingnya dan kemungkinan terbentuknya sistem planet-planet lebih rumit daripada terbentuknya planet di tata surya kita," ujar salah satu penelitinya Elise Furlan dari Astrobiology Institute, University of California, Los Angeles, AS. Sumber: Space.com Penulis: Wah [Non-text portions of this message have been removed]

