*
http://www.antara.co.id/arc/2007/7/28/penyakit-jantung-berhubungan-dengan-kemerosotan-mental/



Penyakit Jantung Berhubungan Dengan Kemerosotan Mental
**
New York (ANTARA News)*- Orang yang melakukan tindakan untuk memelihara
kesehatan pembuluh darah dan jantung mereka mungkin juga melindungai otak
mereka, karena penyakit jantung berhubungan dengan kemerosotan mental,
demikian hasil studi beberapa peneliti Inggris.

Orang berusia lanjut yang menderita sakit jantung dan urat darah
memperlihatkan kecenderungan lebih tajam dalam fungsi kognitif mereka selama
masa empat tahun dibandingkan dengan orang yang sebaya dengan mereka dan
memiliki jantung sehat, kata Dr. Snorri Bjorn Rafnsson dari University of
Edinburgh.

Meskipun saat ini tak mungkin untuk mencegah Alzheimer, menurut dia, terbuka
kemungkinan untuk mencegah apa yang disebut "vascular dementia", penyebab
utama lain gangguan mental pada orang yang berusia lanjut.

Rafnsson mengatakan, temuan timnya tersebut menawarkan "suatu jenis harapan
bahwa jenis masalah ini dapat dipatau dan dikendalikan pada masyarakat yang
jumlahnya bertambah".

Para dokter secara khusus telah memikirkan mengenai "vascular dementia"
sebagai suatu konsekuensi serangan "stroke" lebih dari satu kali, tapi bukti
bertambah bahwa jenis penyakit jantung dan pembuluh darah juga mungkin
merenggut korban dalam fungsi kognitif, kata Rafnsson dan rekannya di dalam
jurnal Psychosomatic Medicine.

Untuk lebih memahami hubungan antara berbagai jenis sakit jantung dan
pembuluh darah dan fungsi mental, maka para peneliti menyelidiki 452 orang
berusia lanjut selama empat tahun, sebanyak sepertiga dari mereka terserang
setidaknya satu jenis penyakit jantung dan pembuluh darah --seperti
"angina", "stroke" atau "intermittent claudication", atau berkurangnya
aliran darah di kaki akibat mengerasnya pembuluh darah.

Orang-orang yang telah mengalami "stroke" selama masa tindak-lanjut memiliki
kecenderungan lebih besar dalam penampilan ingatan verbal dibandingkan
dengan mereka yang tidak, sementara orang yang menderita penyakit pembuluh
darah luar --yang berarti penyakit pembuluh darah di wilayah selain jantung
dan otak-- juga memperlihatkan kemerosotan lebih-dari-rata-rata dalam fungsi
kognitif.

Hasil tersebut dipandang benar bahkan setelah para peneliti itu
memperhitungkan faktor lain yang berhubungan dengan sakit jantung dan fungsi
mental, seperti depresi.

Tampaknya, kata Rafnsson dalam suatu wawancara, faktor yang memberi
sumbangan kepada "atherosclerosis" juga terlibat dalam kemerosotan mental.

Berkurangnya aliran darah akibat "atherosclerosis" di dalam pembuluh darah
yang memasok otak --serta yang berada di dalam otak sendiri-- mungkin secara
bertahap mengikis fungsi kognitif.

Para dokter mesti memantau pasien dengan sakit jantung dan pembuluh darah
untuk mengamati kemerosotan kognitif, tambahnya, sementara setiap pengobatan
yang dapat membantu "mengekang kemajuan `atheroseclerosis`" --misalnya,
statin bagi kolesterol tinggi-- sangat mungkin membantu mencegah kemerosotan
mental juga.

"Apa pun yang membawa kepada kesehatan jantung dan pembuluh darah yang lebih
baik, lebih mendukung tingkat faktor resiko sakit jantung dan pembuluh
darah, tekanan darah tinggi, kolesterol-- semua ini tampaknya berdampak pada
otak, aliran darah ke otak, fungsi pembuluh darah, dan akhirnya fungsi
kognitif," katanya, seperti dikutip Reuters Health. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke