*http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0707/24/153308.htm
Mulutmu, Harimaumu.*.. Bau mulut yang ditimbulkan setelah kita menyantap makanan berbau tajam, seperti petai, jengkol, atau duren, tentu tak akan membuat kita pusing memikirkannya. Lain halnya jika bau tak sedap sudah berlangsung lama dan tak mau hilang meski sudah menyikat gigi dan dibilas dengan obat kumur. Sebenarnya bau mulut (halitosis) bisa menjadi pertanda adanya penyakit kronis. Hal tersebut diungkapkan drg. Zaura Rini Matram MDS, dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Penyakit yang bisa dideteksi dari bau mulut seseorang antara lain diabetes, maag, radang tenggorokan, THT, sinusitis berat, atau adanya pendarahan di organ dalam. "Bau mulut seseorang juga bisa mengungkapkan apakah gula darah seseorang tinggi," ujar dokter gigi yang akrab disapa Rini ini. Dokter gigi yang berpengalaman sudah bisa mengenali tanda-tanda seseorang mengidap diabetes karena pasien biasanya memiliki bau yang khas yang disebut acetone breath atau bau manis. Penderita diabetes juga cenderung lebih sering memiliki penyakit mulut dibanding orang yang tidak diabetes. Penyakit lain yang bisa diketahui hanya dengan membuka mulut antara lain pengerasan hati (sirosis) yang sudah mencapai tahap menjelang kronik. Hal tersebut karena metabolisme protein dan lemak tidak berjalan semestinya karena terganggunya fungsi hati. Dari komponen-komponen itu terbentuk metabolik yang dapat dikeluarkan lewat saluran pernapasan dengan bau spesifik. "Ada juga kasus halitosis yang disebabkan karena faktor psikis, jadi orang tersebut merasa mulutnya berbau dan menjadi tidak pede, padahal sebenarnya tidak ada apa-apa," kata Rini. Namun Rini menambahkan bahwa penyebab terbesar dari bau mulut adalah infeksi bakteri karena gigi sudah membusuk. Selain itu bau mulut juga sering terjadi pada orang yang mengalami sembelit atau sulit buang air besar. Produk metabolisme kuman-kuman usus terhadap sisa makanan bertumpuk, kemudian timbul gas-gas yang menimbulkan bau tak sedap. Biasakan sikat gigi sebelum tidur Rawat dan bersihkan Lalu bagaimana cara mengetahui apakah bau mulut tak sedap yang diderita merupakan tanda penyakit serius atau penyakit gigi? Pasien tentu harus datang memeriksakan diri ke dokter gigi. "Rumah sakit atau klinik gigi biasanya memiliki alat untuk mengukur kadar bau mulut untuk mengetahui penyebab bau mulutnya," papar Rini. Setelah mengetahui bahwa kesehatan gigi dan mulut merupakan petunjuk kualitas kesehatan, Rini menyarankan agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan gigi. "Caranya sebenarnya sederhana saja, menyikat gigi secara teratur, terutama setelah makan makanan manis," katanya. Sementara itu untuk mencegah bau mulut, bersihkan sisa makanan di sela gigi, perbanyak minum air putih, berkumur dengan obat kumur untuk melawan bau mulut, dan yang tak kalah penting memeriksakan ke dokter gigi secara teratur. Penulis: An [Non-text portions of this message have been removed]

