*
http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/108/Kobangdikal-Siapkan-Perwira-Ahli-Peperangan.aspx

Kobangdikal Siapkan Perwira Ahli Peperangan*

Sudah rahasia umum akan usangnya persenjatan militer dan minimnya alokasi
anggaran pertahana negeri ini, namun dengan segala keterbatasan itu tidak
berarti berhenti untuk tetap memberdayakan segala potensi komponen pertahana
yang dimiliki demi tetap terjaganya naluri tempur prajurit.

Seperti halnya yang dilakukan *Komando Pengembangan dan Pedidikan Angkatan
Laut* (Kobangdikal) yang tengah menggembleng para perwiranya untuk memiliki
kualifikasi khusus sebagai perwira peprangan laut yang dikemas dalam kursus
PWO ((principle warfare officer) Tahun Anggaran 2007.

Hal tersebut diungkapkan *Komandan Kobangdikal Laksda TNI Edhi
Nuswantoro*dalam amanatnya yang dibacakan
*Komandan Kodikopsla Laksma TNI Pramono Hadi* pada Pembukaan Kursus PWO di
Gedung Kasianto, Kobangdikal, Selasa (31/7).

Menurut Komandan Kobangdikal, Kursus PWO atau perwira peperangan akan
dilaksanakan selama 3,5 bulan dengan tujuan untuk mendidik perwira TNI AL
Korps Pelaut menjadi perwira peperangan yang mampu merespon ancaman segera
dan melaksanakan tugas-tugas peperangan laut di KRI Kombatan.

Kursus ini merupakan kesempatan langka, walaupun digelar tiap tahun, namun
jumlah sangat terbatas, hanya para perwira pelaut (lettu-kapten) terpilih
saja yang bisa ikut PWO, hal tersebut dapat dilihat dari jumlah yang
terbilang sedikit hanya 15 orang perangkatan, tegasnya.

Bila Menengok sejarah jaman kapal layar, lanjutnya, strategi dan taktik
perang telah berkembang sedemikian baik dan beberapa karya lama tentang
taktik dan strategi masih menggema sampai sekarang. Kita melihat karya Mahan
masih dipakai sebagai dasar dalam pelajaran strategi maritim. Kita juga
melihat karya ahli strategi perang Tiongkok, Sun Tzu, yang sampai sekarang
pemikirannya bahkan dipraktekkan di dalam dunia usaha untuk memenangkan
persaingan bisnis.

Pada jaman era kapal mesin, kita mengenal Richmond Hill dan Corbetsebagai
pemikir strategi maritim modern. Sejak tahun 1992, kita melihat adanya trend
perubahan kebijakan naval strategy Amerika Serikat yang memfokuskan dari
peperangan laut open seas ke littoral. Kita juga melihat peningkatan
kekuatan laut dengan persenjataan modern di negara-negara tetangga.

Menjawab tantangan yang semakin besar maka maka pimpinan telah merumuskan
pembangunan kekuatan sampai dengan tahun 2024 yaitu angkatan laut yang
besar, kuat dan profesional. Pada dasarnya, kekuatan yang dibangun merupakan
struktur kekuatan angkatan laut yang memenuhi persyaratan sebagai kekuatan
dalam tataran green water navy yaitu kekuatan yang dapat dihandalkan untuk
menegakkan stabilitas keamanan dan berkemampuan menga-dakan perlawanan
terhadap setiap ancaman.

Green water navy harus dapat diwujudkan paling Lambat tahun 2020. Namun
kekuatan itu tidak akan berarti apa-apa, bila dalam penggunaannya tanpa
disertai pemilihan strategi dan taktik yang jitu. Taktik dan strategi
merupakan dua hal yang sangat menentukan untuk memenangkan suatu peperangan.
Strategi dan taktik tempur laut merupakan seni atau ilmu penggunaan berbagai
jenis kesenjataan di laut dalam menghancurkan lawan untuk mencapai tujuan
tertentu. Taktik tempur di laut lebih memanfaatkan keunggulan teknologi
senjata untuk memenangkan pertempuran dan keuntungan geografis demi
keunggulan pertempuran.

Menurut Edhi, taktik dan strategi perang merupakan suatu hal yang harus kita
kembangkan dan dikaji sepanjang waktu. Dengan pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, mau tidak mau taktik dan strategi perang di laut
pun ikut berubah, tegasnya.

Disamping itu orang nomor satu Kobangdial mengharapkan setiap siswa untuk
dapat memanfaatkan waktu yang relatif singkat ini dengan sebaik-baiknya,
karena tujuan akhir dari kursus ini bukan hanya untuk mendapatkan brevet PWO
yang diadopsi dari Royal Australian Navy, melainkan keahlian dan peningkatan
profesi saudara sebagai seorang perwira pelaut yang mampu menganalisa dan
mengevaluasi ancaman, merespon ancaman dengan segera sesuai prosedur yang
berlaku, menguasai prosedur peperangan laut, mampu mengoperasikan sewaco di
KRI kombatan dan menerapkan manajemen pertempuran sesuai dengan aturan yang
berlaku. (Pen Kobangdikal)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke