*http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006115213
KASAL KUKUHKAN KRI MAKASSAR 590 DAN KRI BOIGA* *DISPENAL* (1/8) - *KRI Makassar590* diresmikan masuk jajaran kapal perang *TNI Angkatan Laut* dan dikukuhkan di Makassar. Pengukuhan kapal perang jenis* Landing Platform Dock* (LPD) tersebut ditandai dengan nama dan nomor lambung yaitu KRI Makassar-590 oleh *Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Slamet Soebijanto*, Rabu (1/8), di Dermaga Hatta, Makassar. KRI Makassar-590 ini akan berkedudukan di jajaran organik *Satuan Amfibi* (Satfib) *Koarmatim * berdasarkan Surat Keputusan Kasal tanggal 23 Februari 2007. Selain KRI Makassar, Kasal juga akan meresmikan KRI Boiga825 jenis PC-40 (Patroli Cepat). KRI Boiga825 ini adalah salah satu kapal patroli produksi dalam negeri yang dibuat di Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Manokwari milik TNI Angkatan Laut. Kapal yang diproduksi oleh Daesun Shipbuilding dan Engineering Co Ltd tersebut merupakan kapal pertama dari dua kapal jenis LPD yang dipesan TNI AL dan dibangun di Korea Selatan. KRI Makassar590 yang dikomandani Letkol Laut (P) Taat Siswo Sunarto, memiliki data spesifikasi dengan panjang 122 meter, lebar 22 meter, draft 4,5 meter, serta bobot mati 7.300 ton. Kecepatan operasi 14 knot, kecepatan jelajah 12 knot dan mampu mencapai kecepatan maksimum sampai 16 knot. Kapal ini juga dapat mengangkut pasukan 507 personel, 13 kendaraan tempur jenis tank, dua helikopter dan sejumlah peralatan militer lainnya. Dilengkapi dengan meriam, dua landasan helikopter (helipad), ruang Combat Information Center (CIC), sistem komunikasi sebagai penghubung dengan kapal-kapal jenis kombatan untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan tempur serta pengendalian pendaratan helikoter. KRI Makassar590 tiba di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya pada hari Senin (14/5) setelah berlayar selama 18 hari dari negara pembuatnya Korea Selatan. Penetapan KRI Makassar590 sebagai kapal perang Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI. Sedangkan pemberian nama KRI Makassar590 didasarkan atas Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Laut tentang Ketentuan Pokok Pemberian Nama Kapal-kapal Perang Republik Indonesia. Dimana pemberian nama kapal perang RI berjenis Landing Platform Dock (LPD) bersumber dari nama-nama kota maritim yang bersejarah bagi TNI AL. Alasan dipilihnya Makassar sebagai nama KRI karena kota Makassar sebagai kota bahari yang mempunyai sejarah bagi *TNI Angkatan Laut*, berdasarkan pertimbangan bahwa Makassar merupakan ibukota Sulawesi Selatan, sebelumnya lebih dikenal dengan nama Ujung Pandang. Kota ini terletak di pesisir barat Pulau Sulawesi bagian selatan dengan luas wilayah sekitar 22,97 km persegi. Makassar menjadi pusat wilayah pembangunan bagian selatan dan berfungsi sebagai pusat pelayanan beberapa propinsi di Indonesia bagian timur. Di Makassar telah dibangun perindustrian galangan kapal dengan nama Galangan Kapal Makassar (GKM) berkapasitas 3000 ton, disamping itu terdapat galangan kapal yang lebih kecil berkapasitas 500 ton. GKM dari tahun ke tahun berhasil mereparasi serta membuat kapal-kapal laut. Pada abad ke XVII, Pelabuhan Makassar memiliki kedudukan yang sangat strategis dan penting dalam perdagangan antar pulau. Pelabuhan Makassar berfungsi sebagai stasiun para pedagang-pedagang asing maupun nusantara yang melakukan pelayaran dari Maluku ke Malaka dan sebaliknya. Makassar juga merupakan pusat pemasaran hasil dari wilayah Indonesia timur seperti rempah-rempah, bahan wangi-wangian, serta tempat mengambil bahan makanan. Pada masa perang kemerdekaan, para tokoh ALRI putera Sulawesi yang berada di Jawa berusaha membentuk ALRI di Sulawesi, dengan maksud untuk menyatukan unsur-unsur ALRI seberang dalam satu wadah yang kompak. Dengan demikian perjuangan bersenjata mengusir Sekutu dapat lebih ditingkatkan. Atas inisiatif A.R. Aris yang dibantu oleh Daeng Mangata dari Tegal maka diusulkan pembentukan ALRI Sulawesi kepada Kepala Staf MBAL di Yogyakarta. Usulan tersebut mendapat tanggapan positif dan mengeluarkan ketetapan No 36/PNT/OP tanggal 26 November 1946 tentang penggabungan ALRI Divisi VI Armada dengan ekspedisi Sulawesi menjadi satu badan Markas Pertahanan ALRI VI di bawah pimpinan J.H. Tamboto. Pembentukan MPA VI dengan harapan dapat menyatukan kekuatan dalam satu pimpinan sehingga setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif. Organisasi tersebut berfungsi pula sebagai pengatur taktik dan strategi perjuangan dalam menghadapi tantangan dari pihak Belanda. Hambatan utama yang dihadapi adalah adanya politik adu domba Belanda yang mengakibatkan kekuatan MPA VI dengan rakyat terpisah. Teror yang dilakukan Belanda mengakibatkan timbulnya rasa takut dikalangan rakyat untuk membantu perjuangan gerilyawan. Selain itu, Belanda mengadakan Blokade laut di perairan Sulawesi Selatan. Serangan yang dilancarkan Belanda mengakibatkan banyak anggota pasukan terpisah dari komandannya. Perjuangan MPA VI lebih banyak menggunakan senjata sosial dalam menghadapi Belanda dan apabila dianggap perlu maka dilaksanakan perang gerilya. Salah satu serangan yang berhasil adalah serangan terhadap konvoi Belanda saat melewati jalan Ngunut. Akibat penghadangan tersebut pihak Belanda mengalami kerugian besar diantaranya berhasil ditawannya Mayor Niev Enhuys. Data spesifikasi teknis kapal ini dengan Panjang seluruhnya berukuran 40 meter, panjang garis air 34,50 meter, lebar 7,30 meter dan berbobot 100 Gross Ton (GT), kemampuan tangki bahan bakar 35 ton, kecepatan maksimum 29 knot, kecepatan jelajah 26 knot, endurance 4 hari dan jarak jelajah 2.311NM. Pemberian nama Kapal patroli ini dengan nama KRI Boiga825 berdasarkan Surat keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Laut tentang Ketentuan Pokok Pemberian Nama Kapal-kapal Perang Republik Indonesia bahwa untuk jenis kapal patroli cepat menggunakan nama-nama ikan atau binatang kecil yang buas. Atas pertimbangan tersebut maka kapal baru produksi dalam negeri ini diberi nama Bioga. Nama ini adalah nama latin ular yang biasa disebut ular Tiung Cincin tersebut adalah Boiga Dendrophilia dan merupakan salah satu jenis ular ganas yang hidup di kawasan hutan bakau di semua kepulauan di Indonesia. [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

