*http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0708/01/142923.htm


Pemakaian Formalin Jangka Panjang Picu Kanker


JAKARTA, KCM*- Siapa sangka permen manis rasa susu yang selama ini menjadi
favorit para ibu dan anak-anak ternyata mengandung racun berbahaya,
formalin. Hal ini tentu membuat kita miris. Bagaimana tidak, formalin adalah
pengawet berbahaya yang tidak boleh ada dalam makanan dan minuman karena
dalam jangka panjang formalin di dalam tubuh akan memicu timbulnya kanker.

Menurut penjelasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sejumlah merek
permen yang diimpor dari China mengandung formalin. Merek yang dimaksud
antara lain White Rabbit Creamy Candy, Kimboy, Classic Candy, Blackcurrant,
White Rabbit dan plum yang semuanya tak memiliki izin edar, serta permen
White Rabbit bernomor Depkes RI SP No.231/10.09/96.

Humas Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia
(PB PAPDI) Dr.Ari Fahrial Syam, SpPD, mengatakan dampak kesehatan formalin
pada seseorang dapat terjadi akibat paparan akut atau paparan kronis.

"Terpapar langsung (akut) pada formalin akan menyebabkan napas sesak, mata
merah, atau iritasi kulit. Jika tertelan akan menyebabkan luka hebat di
bagian pencernaan," katanya ketika dihubungi KCM lewat telepon, Rabu (1/8).

Sedangkan formalin dalam makanan yang sering dikonsumsi akan menyebabkan
paparan berlangsung kronik. Pada jangka panjang, formalin akan menyebabkan
perubahan struktur jaringan dan mutasi gen sehingga fungsi sel-sel berubah
dan pada akhirnya dapat memicu kanker.

"Formalin pada permen memang dosisnya kecil dan setelah dimakan lalu kontak
dengan jaringan akan hilang. Tetapi jika dikonsumsi terus menerus akan
menyebabkan perubahan jaringan dan sel menjadi cepat. Puluhan tahun kemudian
akan dijumpai kasus-kasus kanker pada usia muda," ujar Ari Syam panjang
lebar.

Selain itu formalin juga menyebabkan gangguan pada syaraf, manifestasinya
berupa kemampuan daya pikir menurun, sulit tidur, mudah lupa, dan gangguan
konsentrasi. Pada kaum perempuan formalin diduga juga menyebabkan kemandulan
(infertilitas).

"Penelitian pada binatang menunjukkan formalin menyebabkan kanker, karenanya
pemerintah harus dilakukan razia besar-besaran pada produk makanan dan
minuman lalu hasilnya disampaikan kepada publik mana produk yang aman dan
yang tidak berdasarkan penelitian BPOM," kata Ari Syam.

Ditambahkan oleh Ari Syam, masyarakat kurang mendapat informasi tentang
keamanan suatu produk makanan. Oleh sebab itu ia menganjurkan agar konsumsi
sayur dan buah ditingkatkan. "Selain sebagai antioksidan, sumber serat dan
gizi, sayuran dan buah juga untuk menetralkan racun-racun yang tanpa kita
sadari masuk ke dalam tubuh," katanya.

Produk makanan yang perlu dicurigai mengandung formalin antara lain mie
basah, tahu, tempe, bakso, dan produk perikanan. Selain itu konsumen juga
perlu waspada dengan pemakaian bahan kimia lain, seperti boraks, asam
salisilat, kalium bomat, kalium klorat, Dietilpirokarbonat (DEP), dan
Brominated Vegetable Oil (BVO). Untuk itu konsumen sebaiknya waspada dalam
membeli makanan, terutama produk industri rumah tangga yang hingga kini
pengawasannya masih sulit dilakukan.

Penulis: Lusia Kus Anna


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke