*http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0708/01/104339.htm

Risiko Mematikan dari Polusi Udara*

Polusi udara yang disebabkan oleh asap buangan kendaraan bermotor, selain
memicu pemanasan globat ternyata bisa berakibat mematikan bagi kesehatan,
bahkan paparan yang rendah sekalipun.

Risiko kesehatan akibat paparan polusi udara dalam skala rendah tersebut
dilakukan oleh tim peneliti dari The Imperial College London, Inggris.
Seperti dikutip dari situs BBC, dalam risetnya mereka membandingkan antara
akibat asap hitam akibat hasil pembakaran bahan bakar fosil dan industri,
dan sulfur dioksida, berdasarkan angka kematian antara tahun 1982 hingga
tahun 1998.

Kendati di Inggris angka pencemaran udara berkurang, namun menurut para
peneliti, risiko kesehatan yang ditimbulkan dari polusi tersebut tetap sama.
Dampak buruk dari polusi udara yakni kematian akibat penyakit pernapasan,
meningkat hingga 19 persen karena asap hitam, dan terjadi peningkatan 20
persen akibat sulfur dioksida.

Sebaliknya dengan di Indonesia, data Kompas (23/1) menyebutkan dibandingkan
dengan tahun 2004 dan 2005, kualitas udara di DKI Jakarta terus memburuk,
yang berarti makin tinggi pula dampak negatifnya bagi kesehatan, belum lagi
kerugian ekonomi yang ditimbulkan. Padatnya jumlah kendaraan di jalan-jalan
ibukota menjadi penyebab buruknya kualitas udara.

Selain penyakit pernapasan, polusi udara juga menjadi pemicu kanker rahim
pada perempuan. Pada ibu hamil, polusi udara kerap menyebabkan bayi lahir
prematur atau lahir dengan berat badan rendah. Di China, selama tahun 2006
ada 750.000 bayi lahir prematur karena polusi di sana sudah mendekati ambang
batas yang amat membahayakan.

Risiko kesehatan tampaknya belum menjadi perhatian serius pemerintah untuk
mengendalikan pencemaran udara. Sudah saatnya jumlah kendaraan di perkotaan
di batasi untuk mengurangi gas buang karbonmonoksida dan nitrogen oksida
yang beracun. Tak hanya itu, penyediaan hutan kota juga akan menjadi cara
yang efektif untuk menyaring kandungan karbon di udara.

Penulis: An


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke