*http://www.kompas.com/ver1/Internasional/0707/31/022508.htm

150 Pimpinan Perusahaan Top Jepang Dampingi Abe ke Jakarta

TOKYO, SENIN*- Sedikitnya *150 pimpinan perusahaan ternama di Jepang* akan
ikut mendampingi kunjungan *PM Shinzo Abe* ke *Jakarta* pada pertengahan
Agustus mendatang, guna mencari peluang kerjasama bisnis di Indonesia. Hal
itu diketahui dari surat Nippon Keidanren atau Japan Business Federation
(JBF) kepada Dubes RI untuk Jepang Jusuf Anwar yang copy suratnya diperoleh
Antara di Tokyo, Senin (30/7).

Surat berisi permohonan untuk mendapatkan visa berkunjung ke Indonesia itu
menjelaskan bahwa Nippon Keidanren bekerja sama dengan Kadin Jepang
memutuskan untuk mengadakan misi kunjungan ekonomi yang akan dipimpin
langsung oleh Ketua JBF Fujio Mitarai. "Penting untuk meningkatkan kerjasama
ekonomi antara Jepang dan Indonesia melalui dialog di antara pimpinan
pemerintahan dan pimpinan perusahaan swasta kedua negara," demikian
keterangan surat setebal sembilan halaman itu.

Untuk itulah, JBF kemudian mengajukan juga permohonan visa yang menerangkan
bahwa rombongan pebisnis top Jepang itu (juga PM Abe) akan tiba di Jakarta
tanggal 19 Agustus dan meninggalkan Indonesia dua hari kemudian. Menurut
petugas visa di Atase Imigrasi KBRI Tokyo, permohonan itu sudah diajukan
sejak tanggal 17 Juli lalu dan sudah dua minggu ini pihaknya sibuk mengurusi
permohonan tersebut.

Mengomentari hal itu, Duta besar RI untuk Jepang Jusuf Anwar mengatakan
Indonesia, baik pemerintah maupun komunitas bisnisnya harus mempersiapkan
diri untuk memanfaatkan peluang bisnis yang baik ini dan hendaknya
mendapatkan kerjasama dalam jangka waktu yang panjang. "Ini peluang bagi
pengusaha kita untuk jalin kerjasama yang saling menguntungkan," ujarnya.

Namun demikian, dubes juga mengemukakan bahwa para pengusaha Jepang dalam
beberapa kali kesempatan masih saja mempertanyakan soal kebijakan pemerintah
di sektor perburuhan dan penanaman modal serta ketentuan otonomi daerah.
"Perlu reformasi yang lebih kongkret dalam menciptakan iklim investasi yang
lebih kondusif di tanah air. Dengan kedatangan pebisnis Jepang itu
mudah-mudahan bisa dijelaskan semuanya," kata mantan menteri keuangan itu.

Pekan lalu dalam dialognya dengan sekitar seratus kepala daerah, anggota
DPRD dan juga para kepala dinas yang berkunjung ke Jepang, Jusuf Anwar
terlibat diskusi mengenai perda-perda yang mengganggu iklim investasi.
Berdasarkan survei dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC) saat
ini Indonesia berada di urutan sembilan dari daftar negara tujuan investasi
favorit Jepang.

Perusahaan yang ikut

Dari 150 perusahaan top yang akan berkunjung ke Jakarta, terdapat nama-nama
pimpinan dari perusahaan top Jepang, baik dari komunitas perbankan, industri
otomotif, perusahaan konstruksi, hingga perusahaan yang bergerak di sektor
energi. Tercatat nama-nama perusahaan Toyota Motor Corp, Suzuki, Mitsubishi,
Mizuho Bank, JBIC, bank of Tokyo-Mitsubishi, JETRO, Daiwa Securitas,
Kawasaki Heavy Industry, Canon Inc. dan Marubeni Corp, dan Sumitomo Life
Insurance Co.

Kemudian tercatat juga perusahaan penerbangan Japan Airlines (JAL), All
Nippon Airways (ANA), perusahaan-perusahaan elektronik/computer seperti
Toshiba Corp, Hitachi, NEC dan Sony Corp, Sojitz Corp, dan Itochu Corp. Di
sektor energi, Tokyo Electric Power Company Inc, LNG Japan Corp, juga
perusahaan Nissin, Fujitsu Ltd, dan Nippon Steel Corp. Ikut juga pengusaha
dari Kadin Jepang serta perusahaan pendukung seperti Nippon Express Co.
(ANT/IMA)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke