*http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=7929
NTT BUTUH LIMA BATALYON TNI AD Kupang*- Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdiri atas pulau-pulau dan letaknya berbatasan dengan negara tetangga Timor Leste dan perarian Australia, membutuhkan lima batalyon *TNI Angkatan Darat* (AD). "Kebutuhan lima batalyon TNI itu merupakan* rencana strategis* (renstra) * pertahanan* di wilayah NTT," kata Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti, Kolonel Inf Arief Rachman, MBA, saat berdialog dengan gabungan komisi DPRD NTT, di Kupang, Jumat. Danrem mengatakan, pimpinan TNI telah merencanakan penempatan satu batalyon TNI AD di Pulau Flores yang memiliki sembilan kabupaten dengan wilayah yang cukup luas, guna mengoptimalkan pengamanan kedaulatan NKRI. Sejauh ini Pulau Flores hanya didukung satu kompi TNI AD yang bermarkas di Kabupaten Ende dengan kekuatan 120 personel, merupakan bagian dari Batalyon Infanteri (Yonif) 743/PSY (Pradya Samapta Yhuda) yang berbasis di Kupang. Yonif 743/PSY memiliki empat kompi masing-masing Kompi A dan B di Naibonat, Kabupaten Kupang, Kompi C di Ende dan Kompi D di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. "Jika semua pihak merestuinya jajaran Korem 161/Wirasakti segera menempatkan satu batalyon infanteri di Pulau Flores dengan penyebaran kompi di bagian timur, tengah dan barat," ujarnya. Bagian timur di Maumere, Kabupaten Sikka, bagian tengah di Ende dan bagian barat di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Markas Kompi C Yonif 744/PSY di Ende dapat dijadikan markas yonif yang baru untuk seluruh wilayah Flores. Pasukan Kompi C di Ende dapat dipindahkan ke Kalabahi, Kabupaten Alor, sehingga Yonif 744/PSY yang bermarkas di Kupang tetap memiliki empat kompi masing-masing Kompi A dan B di Naibonat, Kompi C di Alor dan Kompi D di Waingapu. "Rumusnya sederhana, setiap wilayah yang dihuni penduduk harus ada 2,5 persen tentara dari total penduduk setempat. Sementara ini baru satu persen dari jumlah penduduk sehingga tergolong minim satu kompi yang bermarkas di Ende harus menjangkau wilayah Manggarai hingga Lembata," ujarnya. Kolonel Rachman mengatakan, tiga batalyon TNI AD lainnya yang dibutuhkan NTT juga sudah diprogramkan dalam renstra TNI AD yakni satu Batalyon Artileri Medan (Yonarmed), Batalyon Kaveleri (Yonkaf) dan Detasemen Zeni Tempur (Denzipur). Bahkan, TNI juga berencana menempatkan Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) di Kabupaten TTS agar penguatan pertahanan negara di wilayah NTT semakin baik. Yonarmed akan berlokasi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Yonkav di Kabupaten Belu dan Denzipurdi Timor Tengah Selatan (TTS). Sementara markas Brigade Infanteri (Brigif) yang sudah dimulai pembangunannya sejak pertengahan Juli lalu berlokasi di Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Dengan demikian, tambah Kolonel Rachman, tiga batalyon itu akan memperkuat dua batalyon TNI AD yang sudah ada di wilayah NTT yakni Yonif 743/PSY yang berbasis di Naibonat, Kupang dan Yonif 744/SYB yang terkonsentrasi di Kabupaten Belu dan Timor Tengah Utara (TTU). Sumber : Antara [Non-text portions of this message have been removed]

