*http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0708/02/153223.htm
Ubur-ubur Rekayasa Berkepala 12* Ubur-ubur dikenal sebagai hewan dengan banyak tentakel, namun seperti apa jadinya kalau kepalanya 12. Hal tersebut telah dilakukan para ilmuwan dengan mengotak-atik gen tertentu di tubuh hewan laut yang bertubuh bening tersebut. Untuk menumbuhkan 12 kepala, para ilmuwan di Jerman mengendalkan gen bernama Cnox pada benih ubur-ubur. Gen inilah yang mengontrol pembentukan seluruh anggota tubuh ubur-ubur yang bagian utamanya berbentuk payung dengan banyak tentakel sejak masa pertumbuhan embrio. Gen ini memiliki fungis mirip dengan gen Hox pada manusia yang mengendalikan pembentukan tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh lainnya. Percobaan tersebut dilakukan pada spesies ubur-ubur Hydromedusa Eropa (Eleutheria dochotoma) yang diambil dari daerah selatan Perancis. Pada mitologi Yunani, Hydra adalah monster berkepala banyak, sementara medusa memiliki rambut dari ular. Ilmuwan mendesain molekul RNA yang secara spesifik menonaktifkan gen Cnox di lingkungan air laut. Normalnya, tingkat salinitas tubuh hewan ini mampu mencegah molekul RNA tersebut masuk ke dalam sel. Namun para ilmuwan telah menambahkan sejumlah air murni dalam larutan air laut agar ubur-ubur masih dapat bertahan hidup dan RNA dapat masuk. Dengan cara menonaktifkan satu gen Cnox yang disebut dengan Cnox-3, dua kepala biasanya dapat terbentuk, dan keduanya dapat berfungsi secara optimal. Misalnya untuk mengolah makanan. Sedangkan dengan mennonaktifkan gen lainnya, yakni Cnox-2, lebih dari dua kepala bisa terbentuk. "Hingga berjumlah selusin," kata Bernd Schierwater, ahli biologi evolusi dan zoologi invertebrata dari Hanover University of Veterinary Medicine, Jerman. Ia dan rekannya Wolfgang Jakob, yang juga berasal dari Hanover, mendeskripsikan hasil temuan mereka di jurnal PLoS One edisi online 1 Agustus. Jarang Hewan berkepala banyak sangat jarang ada di alam. Hal tersebut menunjukkan bahwa dua atau lebih kepala dalam satu badan memang tidak lebih baik daripada hanya satu kepala. Memiliki lebih dari satu kepala harus dibayar dengan ongkos tinggi dan tidak menghasilkan benefit yang sebanding. Salah satu jenis hewan yang secara alami masih membentuk banyak kepala adalah koral. Hewan lunak yang membentuk karang ini biasanya membentuk koloni dengan menambah kepala pada suatu gagang. Satu sama lain saling berikatan pada perutnya, seperti yang terjadi pada ubur-ubur yang direkayasa oleh para ilmuwan. Ubur-ubur dan koral punya hubungan yang erat karena keduanya adalah karnivora yang masuk dalam satu grup yang disebut cnidarians (bisa diartikan penyengat) karena tentakel mereka yang beracun. Schierwater menduga bahwa nenek moyang dari koral dan organisme berkoloni lainnya telah mengadaptasi gen yang berhubungan dengan replikasi kepala sejak lama dalam cara tertentu. Dengan mengetahui gen yang mengendalikannya, para ilmuwan mampu menunjukkan bagaimana suatu koloni organisme berkepala banyak alami pertama kali berasal. Jadi tak perlu heran kalau ada legenda tokoh pewayangan yang disebut Dasamuka (berkepala sepuluh). Sumber: LiveScience.com Penulis: Wah [Non-text portions of this message have been removed]

