*http://www.kompas.com/ver1/Internasional/0708/03/061204.htm


Presiden Putin Akan Tandatangani Perjanjian Investasi dengan RI

JAKARTA, JUMAT*- *Presiden Rusia Vladimir Putin* yang rencananya akan
berkunjung ke Indonesia pada pertengahan September 2007 mendatang akan
menandatangani perjanjian investasi dengan* Indonesia*.

"Rusia sedang mempersiapkan berbagai perjanjian yang terdiri atas 10 draft
dan salah satunya adalah investasi bisnis antar dua negara," kata Duta Besar
Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, perjanjian yang sedang dipersiapkan sebanyak 10 draft tersebut,
sepertinya tidak akan semuanya siap untuk ditandatangani pada saat *Presiden
Putin* dan *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* bertemu di Jakarta.

"Tetapi saya yakinkan banyak dari perjanjian tersebut akan siap, yang salah
satunya pada masalah investasi juga masalah perikanan," ucapnya.

Ivanov mengatakan, selama kunjungan Presiden Putin ke Jakarta, berbagai
pertemuan forum bisnis akan diadakan yang mempertemukan lebih dari 500
kalangan bisnis baik dari Federasi Rusia ataupun Indonesia sendiri.

"Yang utama adalah bagaimana pertemuan tersebut dapat meningkatkan hubungan
bisnis antara dua negara," kata dia.
Ia melanjutkan, sebelum Presiden Putin berkunjung, Kedutaan Besar Rusia
dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) akan menggelar berbagai
acara kesenian yang bertujuan meningkatkan hubungan persahabatan antar dua
negara.

"Pada 22 Agustus hingga 25 Agustus akan diadakan pameran lukisan serta
festival kesenian yang mempertemukan seniman-seniman Indonesia dan Rusia di
berbagai tempat di Jakarta," katanya.

Ketika ditanya apakah Presiden Putin dan Presiden Yudhoyono juga akan
menyepakati masalah kerja sama pertahanan, Ivanov mengatakan ada kemungkinan
ke arah tersebut.

"Secara teknis pihak militer Rusia telah siap melakukan kerja sama dengan
siapapun, termasuk adanya latihan militer bersama antar dua negara,"
ujarnya.

Menurut Ivanov, ide untuk mempersiapkan kerangka kerja sama secara resmi
dalam masalah kerja sama militer telah muncul dalam pemikiran Rusia.

"Mari kita lihat saja nanti, karena itu adalah sebuah ide yang harus
didiskusikan terlebih dahulu. Tetapi yang jelas pihak Federasi Rusia amat
siap untuk bekerja sama tanpa ada syarat atau kondisi politis yang
melatarbelakangi masalah itu," tambah dia. (ANT/PEP)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke