wah....wah...wah.... bagus juga tuh.. kalo yang zaman dahulu hanya merang atau 
tangkai padi dimana bulir-bulir padi bertengger disana, sekarang sekamnya yang 
bisa dibuat sumber energi, kemajuan yang fantastis.
tetapi apakah pernah ada yang mencopa melakukan penelitian untuk limbah dari 
pengolahan pabrik gula, misalnya ampas dari tebu. Apakah bisa dipergunakan 
untuk membuat atau menciptakan baik sumber energi ataupun komoditas yang 
lain?????
tapi aku berharap moga aja ada beberapa ahli yang mau bereksperimen untuk 
sampah atau ampas dari tebu itu sendiri.

imuchtarom <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  
 berita di bawah ini berkaitan dengan topik
 penelitian di sebuah universitas di indonesia
 mengenai sumber energi terbarukan yang dibeayai
 oleh yayasan. Ini termasuk sumber energi
 biomassa, dengan menggunakan 'limbah' pertanian
 yang umumnya tidak dikonsumsi manusia, yaitu
 sekam padi dan tongkol jagung.
 
 saya rasa pilihan biomassa ini cukup aman dibanding
 kan dengan biofuel yang sekarang mulai menimbulkan
 kontroversi, karena banyak menggunakan bahan baku
 hasil pertanian/perkebunan yang edible ( untuk
 bahan makanan ), sehingga mungkin menimbulkan
 kelangkaan dan kenaikan harga.
 
 <http://www.nsfutures.com/pdfs/beanoil_20061212.pdf>
 
 sebetulnya banyak kemungkinan sumber hasil pertanian
 /perkebunan yang bisa dijadikan bahan biofuel
 
 <http://en.wikipedia.org/wiki/Biodiesel>
 
 <http://www.tempointeraktif.com/>
 
 ----------------------------------------------------
 Profesor ITB Mendapat Dana Penelitian Rp 1,2 Miliar
 ----------------------------------------------------
 
 Senin, 06 Agustus 2007 | 20:13 WIB
 
 TEMPO Interaktif, Bandung.
 
 Herri Susanto, seorang profesor dari ITB, mendapatkan
 dana penelitian sebesar Rp 1,2 miliar. "Proposalnya kami
 pilih dari 19 proposal yang masuk," ujar Direktur Eksekutif
 Tanoto Foundation Ratih S.A Loekito di Bandung, dalam acara
 penyerahan Tanoto Professorship Award secara simbolis di ITB,
 Senin.
 
 Penelitian Herri berjudul "Penyempurnaan Teknologi Gasifikasi
 Biomassa Sebagai Sumber Energi Alternatif". Menurut Herri,
 penelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian dia saat
 meraih gelar doktor di ITB tentang pengolahan limbah sekam
 padi dan tongkol jagung menjadi listrik dan panas.
 
 Herri mengatakan, dari 1 ton gabah bisa menghasilkan 600
 kilogram beras dan 300 kilogram sekam padi. Sedangkan dari
 1 ton bongol jagung, bisa menghasilkan 400 kilogram jagung
 biji dan 500 kilogram kilogram tongkol jagung.
 
 Dari pengering dan penggilingan gabah sekitar 1 ton per jam,
 kata Herri, dihasilkan 300 kilogram sekam. Sekam ini, setelah
 melalui proses kimia dengan temperatur tinggi (gasifikasi),
 bisa menghasilkan bahan bakar untuk genset atau diesel.
 "Daya yang dihasilkan setara dengan 40 kilowatt listrik,"
 katanya.
 
 Menurut Ketua Tanoto Foundation Ibrahim Hasan, proposal
 penelitian Herri sudah melalui dua tahap seleksi. Tahap
 pertama, kata Ibrahaim, berupa review secara teknis dari
 tim di ITB sendiri. "Sedangkan tahap dua ada panel dari
 Tanoto oleh pihak-pihak di luar ITB," katanya.
 
 Ibrahim menambahkan, Herri adalah penerima Tanoto
 Professorship Award yang kedua setelah pihaknya memberikan
 dukungan dana serupa kepada seorang professor dari Universitas
 Gajah Mada, Widyastuti awal tahun ini. "Dia melakukan penelitian
 pada jamur Ganoderma (sejenis jamur yang mengakibatkan akar
 dan batang tanaman menjadi busuk)," ujarnya.
 
 Menurut Ratih, jika penelitian Herri ini berhasil, diharapkan
 masyarakat di daerah terpencil yang belum mendapat pasokan
 listrik bisa mendapat manfaatnya. "Mudah-mudahan kekurangan
 listrik bisa diatasi," ujar Ratih. Rana Akbari Fitriawan
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
 Play Sims Stories at Yahoo! Games. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke