yonni srihadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL
PROTECTED],
From: "yonni srihadi" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 21 Aug 2007 07:33:58 +0800
Subject: [gontorians] Fwd: [daarut-tauhiid] kelakuan brutal petugas kamar
tahanan POLRES JAKARTA BARAT
---------- Forwarded message ----------
From: rudy pranata <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Aug 20, 2007 4:32 PM
Subject: [daarut-tauhiid] kelakuan brutal petugas kamar tahanan POLRES JAKARTA
BARAT
To: [EMAIL PROTECTED]
Ini adalah kisah nyata yang saya alami sendiri,dan
sungguh kisah ini benar benar membuka mata saya lebar
lebar tentang kebobrokan dunia kepolisian kita yang
dipamerkan secara telanjang dan kasat mata di depan
masyarakat tanpa rasa malu dan sama sekali tidak ber
nurani.
Kejadian ini saya alami pada tanggal 15 agustus 2007
pada jam 18.30 WIB di POLRES JAKARTA BARAT,ketika sore
itu saya bermaksud menjenguk seorang rekan saya yang
baru saja menjadi tahanan polres tersebut menunggu
proses pengadilan.
Saya baru saja sampai di Jakarta sore itu tanggal 15
agustus 2007 setelah terbang dari Aceh.Berhubung
keesokan paginya saya harus bertugas ke
Sumbawa,sehingga tidak ada waktu lebih lama lagi di
Jakarta,saya akhirnya terpaksa menjenguk rekan saya
tersebut sore itu yang kebetulan menurut keterangan
petugas disana sudah diluar jam besuk.
Jam besuk berakhir pukul 14.00 WIB.
Setelah menyampaikan maksud saya tersebut,oleh petugas
pintu jaga depan ruang tahanan kami(saya dan rekan
saya yang menemani) diberikan "kartu tamu" dan
tanpa malu malu ataupun basa basi si petugas
kepolisian tersebut meminta "uang kecil" senilai
Rp.10.000,-
Setelah sampai diruang tahanan,saya menyampaikan
maksud saya untuk minta waktu beberapa menit bertemu
dengan rekan saya yang menjadi tahanan tersebut,dan
saya juga menyampaikan bahwa saya tahu saya sudah
diluar jadwal besuk,namun saya minta kerjasama petugas
diruangan tsb agar saya bisa bertemu barang sebentar.
Saya kaget bukan kepalang melihat "style" petugas
yang saya ajak bicara tersebut,dengan acuh tak acuh
dan gaya angkuh mengatakan tidak bisa dan tanpa sikap
meghargai sedikitpun terhadapa lawan bicaranya,menurut
saya mungkin inilah hasil didikan di kepolisian di
republik ini.Tidak berakhir sampai disini ,akhirnya si
petugas tsb keluar dan berdiskusi sejenak dengan
seorang petugas lainnya yang menurut saya mungkin
lebih senior ataupun komandannya ataupun mungkin lebih
"garang" dari dia.
Persis seperti di film-film dengan tergesa gesa dan
menunjukkan muka sangarnya si petugas yang lebih
"garang"ini (terakhir dia mengaku bernama
joni,petugas jaga ruang tahanan tanggal 15 agustus
2007 jam 18.30 WIB)
datang kepada kami sambil membentak-bentak dan memaksa
kami mengeluarkan uang Rp.150.000,-
wow sebuah angka
yang cukup fantastis menurut saya
saya tercengang,heran,kecewa,marah dan geram.Saya
camkan dalam hati saya tidak akan memberikan uang
haram tersebut.
mereka memperlakukan saya dengan cara yang tidak
sopan,seolah-olah kami datang kesana mengemis dan dia
punya hak untuk membentak-bentak,seolah olah kita ini
seorang penjahat besar yang sedang ditangkap,inilah
hasil didikan lembaga kepolisian yang sama sekali
tidak punya attitude,tidak peduli kepada orang
terpelajar,professional,apalagi kepada masyarakat
kelas bawah yang sama seklai tidak punya power
inilah wajah kepolisian kita,inilah hasil didikan
polisi,inilah hasil dari kepemimpinan polisi,saya
tidak mengerti bagaimana komandan mereka mendidik
prajuritnya.Hal hal yang saya uraikan tadi menurut
terminologi mereka adalah "melindungi,mengayomi dan
melayani masyarakat"
Bosan berdebat,rekan saya akhirnya
mengalah,menyodorkan uang senilai Rp.50.000,-,diterima
oleh petugas tersebut sambil mengomel dan menyuruh
anak buahnya memanggil rekan saya yang menjadi tahanan
tersebut,saya akhirnya dapat bertemu rekan saya
tersebut dalam kondisi yang cukup mengenaskan dari
balik jeruji,lembam lembam di wajah,menurut dia,tiap
hari polisi ataupun tahanan lain memeras uang
dia,benar benar seperti tidak ada hukum di Negara ini.
Sampai disini saya berani katakan tidak ada bedanya
mereka para polisi polisi itu dengan perampok dan
pemeras,mereka adalah penjahat yang berseragam yang
diakui oleh Negara ini,mempunyai organisasi yang
rapi,dididik dan dibesarkan oleh uang rakyat yang
dibayar melalui pajak.Termasuk uang saya,setiap bulan
saya membayar jutaan rupiah uang sebagai pajak yang
gunanya untuk membayar gaji penjahat penjahat
berseragam itu.
Saya tidak menafikkan masih adanya polisi-polisi yang
baik,tetapi polisi yang baik itu hanyalah segelintir
oknum ditengah ribuan polisi polisi penjahat.
Sampai disini saya hanya diam sambil terus mengamati
kelakuan brutal petugas kamar tahanan POLRES JAKARTA
BARAT pada tanggal 15 agustus 2007 jam 18.30 tersebut.
Sejauh ini informasi yang saya kumpulkan tentang
kelakuan petugas jaga tahanan POLRES JAKARTA BARAT ini
baik dari keluarga-keluarga tahanan,maupun dari mantan
mantan tahanan,saya baru tahu bahwa kejadian ini sudah
berkara lama dan berkarat dan hamper terjadi disetiap
tahanan kepolisian.Setiap kunjungan,tak kurang
keluarga tahanan diperas dan itu menghabiskan uang
senilai lebih kurang Rp.150.000 perkunjungan dan jika
tidak,keselamatan keluarganya di dalam tahanan tsb
tidak dijamin,bahkan disiksa dan dipersulit.Tak hanya
keluarga tahanan yang diperas,si tahanan sendiri yang
mendapat uang dari keluarga yang mengunjunginya turut
diperas.
Luar biasa,ini benar benar luar biasa,sayakah yang
terlalu lugu sampai tidak tahu permainan ini ataukah
ini sudah menjadi hal yang biasa sehingga semua orang
maklum
Bapak Presiden Republik Indonesia ,bapak Kapolri,bapak
bapak di DPR,apakah bapak-bapak benar benar tidak
pernah tau masalah ini ataukah bapak bapak tahu tapi
tidak mau berbuat apa-apa,terus terang saya sangat
geram dan jijik melihat ulah petugas kepolisian
tersebut.
Bapak-bapak sibuk mengurusi korupsi tingkat tinggi
yang merugikan Negara trilyunan sementara korupsi
kelas bawah yang merugikan rakyat kecil tidak pernah
diperhatikan,jangan katakan angka 150.000 itu
kecil,buat kami masyarakat bawah itu sangat
besar,kehilangan uang karna diperas senilai 150.000
perminggu,mungkin setara dengan kerugian yang
dirasakan Negara sebesar trilyunan,disini hanya
konteks lah yang membedakan,satu Negara dan satunya
lagi personal.
Saya tulis email ini dan saya forwardkan ke mailing
list- mailing list,situs DPR RI,POLRI,Presiden SBY
,rekan rekan wartawan,supaya kita aware bahwa sudah
sedemikian parah dan memalukannya mental polisi polisi
kita,tidak ada yang bisa mengubah itu semua kecuali
itikad baik Wakil wakil rakyat kita,Bapak Presiden,dan
Bapak Kapolri dan pejabat yang berwenang
Terimakasih atas perhatiannya
Rudy pranata
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha!
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]