http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0708/31/090407.htm


*Tsunami Dapat Disebabkan Oleh Meteor*


JAKARTA, JUMAT- Gelombang tsunami selain disebabkan oleh gempa bumi, letusan
gunung berapi, dan longsoran di sekitar daerah pantai, ternyata juga dapat
disebabkan oleh tumbukan benda langit atau meteor ke tengah lautan.

"Benda langit seperti meteor yang berhasil menembus pertahanan atmosfer bumi
dan menghujam lautan dapat juga menimbulkan tsunami," kata Ketua Kelompok
Riset Tsunami Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Eng Hamzah Latief di
Jakarta, baru-baru ini.

Hamzah Latief memaparkan, berdasarkan penelitian para ahli, terkuak bahwa
peristiwa hujaman meteor tersebut pernah terjadi di lautan Karibia dekat
Meksiko pada sekitar 56 juta tahun yang lalu.

Ukuran diameter meteor tersebut, lanjut Hamzah, kurang lebih mencapai 10
kilometer. Para ahli yakin, meteor tersebut juga memiliki peran dalam
memusnahkan dinosaurus pada zaman itu.

Peraih gelar doktor spesialisasi tsunami dari Universitas Tohoku, Jepang itu
menuturkan, sebagian besar tsunami disebabkan oleh gempa bumi sehingga
penyebab dari bencana alam tersebut dapat diuraikan menjadi dua macam, yaitu
aktivitas seismik (gempa bumi) dan aktivitas nonseismik.

"Untuk dapat menimbulkan tsunami, sesar atau patahan lempeng yang menjadi
tempat awal terjadinya gempa bumi haruslah berada di laut dan membentuk
pergeseran sesar vertikal atau terangkat beberapa meter dengan lebar yang
cukup luas yaitu lebih dari ratusan ribu kilometer persegi," katanya.

Hamzah mengungkapkan, di Indonesia juga pernah terjadi tsunami yang
disebabkan letusan gunung berapi misalnya saat letusan Krakatau pada 1883,
dan tsunami yang disebabkan longsoran di sekitar pantai yang pernah terjadi
di Papua.

Secara keseluruhan dari periode tahun 1600 hingga 2005, ujar dia, telah
terjadi sebanyak 110 kali tsunami di tanah air yang 100 kejadian di
antaranya disebabkan gempa bumi, sembilan disebabkan letusan gunung berapi,
dan satu peristiwa disebabkan tanah longsor.
Mengenai dampak akibat tsunami di pantai, Hamzah mengemukakan bahwa hal
tersebut sangat bervariasi dan tergantung pada morfologi atau bentuk dari
dasar laut dan pantai yang terkena tsunami.

Apabila perairan di sekitar pantai merupakan perairan yang cukupdalam, maka
dampak tsunaminya tidak terlalu berbahaya dibandingkan dengan pantai yang
kedalamannya relatif landai.

"Ketika tsunami menerjang pantai, tingginya dapat mencapai sekitar 30 meter
tetapi pada umumnya ketinggian tsunami di pantai mencapai 10 meter dan hal
ini akan sangat bervariasi di tempat yang berbeda," kata Hamzah. (ANT/PEP)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke