http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0708/31/095219.htm



*Air Melimpah Terdeteksi di Embrio Tata Surya Baru*

WASHINGTON, JUMAT - Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil mengamati
kandungan air begitu melimpah di ruang angkasa di dekat kawasan yang
diperkirakan sebagai wilayah bakal lahirnya planet-planet dan sistem tata
surya baru. Pengamatan tersebut sangat penting artinya sebab air sampai
sekarang diakui sebagai unsur utama yang mendukung kehidupan seperti di
Bumi.

Mereka mengamatinya pada satu embrio bintang bernama IRAS 4B di konstelasi
Perseus. Ia masih terletak di Galaksi Bima Sakti kita berjarak sekitar
1.000tahun cahaya dari Bumi. Satu tahun cahaya sekitar 10 triliun
kilometer atau
jarak perjalanan cahaya setahun.

Sistem tata surya yang tengah terbentuk berada di dalam kepompong gas dan
debu. Di dalamnya terdapat cakram besar yang mengandung bahan pembentuk
planet.

Kandungan air di sana teramati dari teleskop ruang angkasa Spitzer milik
NASA melalui teknik yang disebut spektografi inframerah. Mengejutkan karena
terdeteksi uap air yang setara dengan lima kali volume samudra di Bumi.
Gugusan es mengalir deras ke arah jadi cakram debu di sekitar bibit bintang
dan kelihatannya menguap begitu menyentuh cakram tempat terbentuknya
planet-planet.

"Kami menyaksikan kedatangan pasokan air di sistem tata surya yang akan
terbentuk," kata astronom Dan Watson dari University of Rochester di New
York, AS. Watson memimpin penelitian ini yang hasilnya telah diterbitkan di
jurnal Nature terbaru. Ia dengan yakin menyatakan objek yang diamatinya
sekarang sangat mirip dengan kondisi sistem tata surya kita pada usia yang
sama.

Bakal kehidupan

Para ilmuwan selama ini berusaha menguak apakah ada kehidupan di luar Bumi.
Mereka percaya air adalah salah satu unsur utama yang diperlukan bagi setiap
bentuk kehidupan. Sementara itu, air berlimpah di tidak hanya di Bumi namun
juga beberapa bagian lain di sistem tata surya kita serta di sudut lain
ruang kosmos, termasuk dalam bentuk es atau gas di sekitar bermacam bintang.

"Kami telah menangkap suatu tahap teknik evolusi bintang muda, ketika unsur
kehidupan bergerak dinamis di dalam suatu lingkungan tempat planet dapat
terbentuk," kata Michael Werner, ilmuwan dalam misi Spitzer di Laboratorium
Propulsi Jet NASA di Pasadena, California, AS. Bintang IRAS 4B masih sangat
muda meski terbentuk seperti sekarang ini setelah proses yang berlansgung
puluhan hingga ratusan ribu tahun.

Saat ini, IRAS 4B jauh lebih kecil dibandingkan dengan matahari, tapi para
ilmuwan mengatakan terlalu dini untuk mengatakan seberapa besar akhirnya
sistem tata surya itu nantinya akan terbentuk. Mensurut Watson, seberapa
besar bintang akan terbentuk akan menentukan berapa besar zona habitat di
sekitarnya. Zona habitat adalah wilayah di sekitar bintang yang memungkinkan
planet berebatu terbentuk, seperti Bumi, dengan kansungan air dalam bentuk
cairan di permukannya sehingga dapat mendukung kehidupan.

Watson mengatakan pasokan air di Bumi diperkirakan dikirim melalui lapisan
es yang dibawa komet dan asteroid. Ia mengatakan uap air yang terlihat di
sistem tersebut juga akan membeku lagi menjadi asteroid dan komet yang
menghujani planet yang mungkin terbentuk nantinya.

"Satu bintang seperti matahari akan hidup antara 10 dan 15 miliar tahun,
total seluruh usia kehidupannya. Matahari kita saat ini berusia 4,6 miliar
tahun," ujar Watson. Jadi, usia embrio tata surya baru dibandingkan sistem
planet-planet kita masih tak ada apa-apanya, ibarat doktor belum harus
bersiap-siap mengangkat sang bayi.


Sumber: AP
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke