http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0709/01/110438.htm
*Tidak Semua Gangguan Refraksi Bisa Diterapi Lasik* Jakarta, Kompas - Tidak semua kondisi gangguan refraksi mata bisa dikoreksi dengan lasik atau laser-assisted in-situ keratomileusis. Mereka yang menderita keratoconus atau kecekungan mata terlalu tinggi, menderita glaukoma, mata kering, ataupun kelainan retina disarankan untuk tidak menjalani operasi lasik. Hal itu dikemukakan dokter spesialis mata Setyo Budi Rianto dalam seminar tentang kesehatan mata, Jumat (31/8) di Jakarta Timur Eye Center. Selain itu, mereka yang sedang hamil atau menderita infeksi mata disarankan untuk menunda terapi tersebut. Terapi lasik bisa mengoreksi kelainan refraksi mata dari rabun jauh, rabun dekat, ataupun silindris. Dengan demikian, tak perlu lagi menggunakan kacamata atau lensa kontak. "Terapi lasik kini mampu mengoreksi kelainan refraksi mata dari +4 sampai -14 dioptri. Mata silindris bisa dikoreksi dari -0,5 sampai -5," ujar Setyo. Yang bisa menjalani terapi lasik adalah mereka yang berusia 18 tahun ke atas, tidak hamil atau menyusui, tidak memiliki riwayat autoimun, ukuran kacamata stabil, telah melepas lensa kontak lunak selama 14 hari atau lensa kontak keras selama 30 hari. Setyo menambahkan bahwa tidak semua operasi lasik memberikan hasil memuaskan. Kadang- kadang terjadi undercorrection, yaitu mata masih -1 atau -2. Bisa juga terjadi overcorrection, regresi atau kondisi mata kembali ke ukuran semula terutama myopia tinggi seperti -8 atau -10. Penentuan derajat kelainan refraksidemikian pembicara lain, dokter spesialis mata Pribadyodapat dilakukan melalui gabungan pemeriksaan obyektif dan subyektif. Pemeriksaan obyektif dilakukan menggunakan alat bantu, seperti streak retinoscope, ophtalmoscope, dan autorefractometer. Adapun pemeriksaan subyektif ditentukan lewat komunikasi antara pemeriksa dan pasien. Pembicara lain dalam seminarChandra Satria dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dan Kasyunil Kamal dari PT BP Indonesiamembahas pentingnya memelihara kesehatan mata dan pemeriksaan berkala secara teliti bagi karyawan untuk menjaga produktivitasnya. Apabila ada kelainan refraksi mata, perlu dilakukan koreksi segera. Penglihatan yang tajam sangat penting bagi karyawan yang memerlukan akurasi dalam pekerjaan. Sumber: Kompas Penulis: Atk [Non-text portions of this message have been removed] *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

