*Merkel Serukan Perlindungan Alam di Kyoto*

Oleh: Martin Fritz dari* Stuttgart*

Tiga ribu orang datang ke Congress Center Kyoto, Jumat kemarin. Tiga kali
lipat dari daya tampung di dalam gedung itu.

Para warga Jepang itu datang untuk mendengarkan ceramah Kanselir Jerman
mengenai perubahan iklim global.

Sekali lagi dalam ceramahnya mengenai perlindungan lingkungan hidup, Angela
Merkel menegaskan, "tidak ada jalan untuk menghindari isu ini."

Sebagai salah seorang yang turut merumuskan Protokol Kyoto, Angela Merkel
menggugah dengan peristiwa bersejarah yang berlangsung di gedung itu.
Sepuluh tahun lalu di bulan Desember, Merkel yang ketika itu menjabat
Menteri Lingkungan Hidup Jerman bertahan selama 7 hari dalam gedung Kongress
tak berjendela itu, menegosiasikan formulasi Protokoll Kyoto yang akhirnya
disepakati para menteri berbagai negara.

"Tentu saja saya ingat dengan baik negosiasi alot yang berlangsung selama
diskusi. Tapi dari negosiasi itu, sebuah teks bisa dirumuskan, yang sampai
sekarang masih menjadi acuan penting".

Merkel menganggap Protokol Kyoto sebagai tonggak penting karena untuk
pertama kalinya politik lingkungan hidup internasional berhasil melahirkan
target-target yang konkret. Dalam ceramahnya, ia juga mengingatkan bahwa
masih banyak negara yang belum memenuhi kewajibannya sehubungan kesepakatan
itu.

"Kini kita berada pada fase, di mana untuk mencapai target-target itu hanya
tinggal 5 tahun lagi. Dan bila saya menilik situasi di Uni Eropa saat ini,
saya menyadari bahwa pekerjaan kita sangat banyak agar bisa mencapai target
lingkungan hidup di tahun 2012 itu."

Kenyataannya negara tuan rumah, Jepang berada jauh dari target kewajiban
yang ditetapkannya sendiri. Jepang harus mengurangi 6% jumlah emisi CO2 dari
apa yang dihasilkannya pada tahun 1990. Tapi saat ini, jumlah emisi CO2
Jepang justru lebih 18% dari emisi sebelumnya itu. Dibandingkan dengan
Jepang, Jerman berada dalam posisi yang lebih baik. Sampai tahun 2012,
Jerman harus mengurangi 21% jumlah emisi CO2, kini emisi yang dikurangi
sudah mencapai 18%.

Kanselir Jerman menegaskan, perlindungan iklim global bukan rem bagi
perkembangan. Tehnik Lingkungan itu meningkatkan efisiensi penggunaan
energi. Demikian ungkapnya.

"Dalam tehnik lingkungan itu terdapat peluang besar bagi negara-negara
industri dan sebagai Kanselir Jerman, bagi Jerman ini berarti membuka
lapangan kerja baru dan hal ini menolong upaya kami mengembangkan lapangan
kerja yang inovatif serta mempertahankan tingkat kemakmuran yang sudah
dicapai."

Di akhir ceramah, Angela Merkel mengingatkan bahwa tidak ada jalan pintas
dalam mencapai kesepakatan iklim global yang baru.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke