Dulu (1980an) memang masih banyak etnis cina yang bergerombol hanya dengan sejenisnya. Bahkan pusat perbelanjaan yang ada di jakarta selatan dan pusat nyaris tidak terlihat etnis cina untuk sekedar window shopping tapi setelah banyak mahasiswa cina lulusan US atau eropa pulang ke jakarta dengan membawa angin segar demokrasi kini kehidupan bersosialisasi antar ras bisa kita lihat dimana-mana. -------Original Message------- From: Nugroho Dewanto Date: 08/31/07 21:02:12 To: [email protected] Subject: Re: [ppiindia] Re: Kekerasan pada WNI di Malaysia (hati-hati Promosi Wisata Malaysia!)
betul sekali. orang baik ada di mana-mana. sebaliknya orang busuk juga ada di mana-mana. di tiap bangsa atau agama. kebetulan belakangan saya agak sering mondar-mandir ke kl. maka saya bisa katakan, malaysia lebih baik dari indonesia dalam menata ekonomi. tapi indonesia lebih baik dari malaysia dalam soal demokrasi, kebebasan pers dan kebebasan beragama. beragam etnis hidup menyatu di indonesia. biasa sekali kita temui dalam sekelompok ibu-ibu rumpi atau wanita kantoran yang makan siang bersama ada yang cina, ada yang pakai jilbab, ada yang pakai kalung salib. di malaysia sulit sekali kita temui kelompok seperti itu. di sana masing-masing etnis (melayu, cina, india) bergaul dengan sesama etnisnya sendiri. kalau pulang kursus atau kerja, masing-masing etnis bergerombol sesama mereka menunggu bus, dsb. hubungan antar ras di malaysia mungkin berpotensi menjadi pertarungan di masa depan. At 04:46 AM 8/31/2007 +0000, you wrote: >Hmmm.. iseng2 saya baca komen2 di forumnya orang Malay. Pada dasarnya >terbagi pada kelompok: > >1. >a. Nasionalisme buta, benci Indonesia. Karena memang orangnya arogan >dan picik. >b. Bela malaysia, memandang rendah Indonesia karena selama ini >terbiasa dibohongi oleh pemerintah dan persnya. Tau sendiri, Malay kan >tidak demokratis. Lihat saja, apa berani koran2 sana memuat berita >yang menunjukkan kejelekan bangsa/aparat/pemerintah mereka sendiri? >Persis Indonesia di zaman Pak Harto. > >2. >a. Menyesalkan kejadian tsb, dan mengharap pemerintahnya meminta maaf >dan introspeksi diri. Juga menginginkan Indonesia-Malaysia memelihara >hub baik. >b. Menyesalkan kejadian tsb dan menyoroti masalah internal mereka: >pemerintah yg dianggap tidak kapabel, demokrasi yang mati, dan polisi >korup. Ada yang bilang gini: Hai Indonesians, Malaysians are good >people, only our Polis is brutal and corrupt! >Banyak sekali yang membenci polisinya, bilang kalau 4 polisi itu >memang seperti biasa sedang mencari uang kopi, sialnya salah sasaran. > >3. Pengamat dan penggembira. Walau komentar2nya kadang terkesan tak >bermakna, ada juga yang menyakitkan but maybe "true": "orang Indonesia >bilang Malay barbar, orang Malay bilang Indonesia barbar: clash of >barbarians!" > >Nah, kalo mas RB cemas dg etnis dan religion clash di Indonesia, ada >bbrp komentar orang Malay yang memandang sebaliknya. Katanya: "hey, >yang ditangkap itu namanya Donald, kristen, dan rakyat Indonesia yang >mayo muslim itu marah besar?? Lihat, mereka telah dewasa dalam >beragama. Tidak seperti Malaysia yang sangat tersekat2 oleh agama dan >etnis." > >Setelah sekilas membaca komen2 mereka, kesimpulan saya: Indonesia dan >Malaysia masih sama2 harus belajar, tapi rumput tetangga memang lebih >hijau! hehehehe... > >Saran saya, segala urusan non-bisnis yang di Malaysia sebaiknya >dihindari. Jalan2? Mending di Indonesia (walau org Indonesia sendiri >ada juga yg rasis) atau ke negara lain yang "tidak" rasis. >Kalo Malaysia kan memang pemerintahnya bikin kebijakan2 rasis yang >masih terus dipelihara sampai sekarang. > >salam kebangsaan, > >fau > >ps. salah satu mahasiswa saya disini, Chinese Malaysian, tidak bisa >bahasa Melayu karena selalu bersekolah di sekolah khusus Chinese di >KL. Dia juga selalu bilang bahwa dia Chinese bukan Malaysian walau >jelas2 paspornya Malaysia dan sudah bbrp generasi di KL (kadang dia >bilang: I'm Chinese from Malaysia). Sahabat Melayu pertamanya adalah >teman Indonesia disini. Yang bikin saya heran adalah: dia kerja di >bank sentral. Kebayang ngga kalo ada WNI PNS atau pegawai BI ngga bisa >bahasa Indonesia?? Memang ini 2 negeri bertetangga dan serumpun yang >sangat kompleks... :D !DSPAM:46d8258082047347611959! [Non-text portions of this message have been removed]

