http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0709/04/095709.htm
*Russia Siapkan Misi ke Bulan dan Mars* MOSKWA, SELASA - Dapat mengirimkan misi berawak ke Bulan dan Mars bukan hanya cita-cita AS saja. Russia yang menjadi mitra sekaligus rival beratnya dalam teknologi ruang angkasa selama ini bahkan juga sama-sama ingin membangun koloni di Bulan. "Berdasarkan perkiraan, kami mungkin siap mengirimkan misi berawak ke Bulan pada 2025," ujar Anatoly Perminov kepala badan antaraiks aRussia Roskosmos, Jumat (31/8) lalu. Pembuatan bangunan permanen di permukaan Bulan, lanjtnya, mungkin baru dapat dilakukan kemudian mulai tahun 2027 hingga 2032. Sebagai loncatan untuk menuju ke sana, pihaknya berupaya untuk mendorong penyelesaian pembangunan stasiun antariksa internasional (ISS) pada tahun 2015. Dengan demikian, fasilitas tersebut akan benar-benar berfungsi sebagai pusat riset di luar angkasa. Selain itu, Roksosmos juga akan melakukan modernisasi terhadap wahana Soyuz yang selama ini mengangkut para kosmonot maupun astronot ke ISS. Pengembangan wahana ini juga akan diarhakan agar siap dipakai untuk misi yang lebih jauh dan menantang ke Mars. "Ekspedisi ke Mars menjadi ambisi jangka panjang Roskosmos, yang berharap dapat mengirimkan misi berawak ke sana pada tahun 2035," ujar Perminov. Meski demikian ia mengakui kondisi fisik yang ekstrim harus dihadapi untuk melakukan perjalanan ke sana sejauh ini masih belum teratasi. Ia mengatakan wahana ruang angkasa yang ada saat ini tidak memberikan perlindungan yang cukup bagi para awaknya untuk bertahan melakukan perjalanan yang sangat lama. Perjalanan bolak-balik daru Bumi ke Mars diperkirakan menghabiskan waktu dua hingga tiga tahun yang tentu saja harus dikembangkan terobosan untuk menyimpan logistik yang cukup termasuk mengatasi dampak kebosanan dan stress yang dihadapi awaknya. AS telah lebih dulu mengumumkan rencananya menyiapkan wahana ulang alik ke Bulan dan Mars dengan mengembangkan roket Ares dan wahana Orion sebagai pengganti wahana ulang alik yang akan dipensiunkan pada tahun 2010.Negara-negara Eropa, China, dan Jepang juga menegaskan keinginannya mengeksplorasi objek ruang angkasa seperti Bulan maupun Mars di masa depan. Sumber: AFP Penulis: Wah [Non-text portions of this message have been removed]

