http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0709/04/170824.htm


*Bakteri Hidup Terjebak di Es 600.000 Tahun*

KOPENHAGEN, SELASA - Bakteri purba yang hidup sejak 600.000 tahun lalu
ditemukan hidup-hidup di dalam lapisan es dekat kutub. Temuan ini mendukung
teori bahwa organisme renik sejenis mungkin masih bisa ditemukan di Mars
atau wilayah beriklim keras lainnya.

Bakteri tersebut tidak aktif selama ratusan tahun alias melakukan dormansi
(tidur panjang) namun bagian-bagain tubuhnya tetap hidup. Yang mebuatnya
tahan hidup hingga ratusan tahun adalah kemampuan memperbaiki struktur DNA
sampai lingkungan mendukungnya untuk hidup kembali.

"Semakin dingin lingkungan, daya tahan DNA makin panjang," ujar Thomas
Glbert, salah satu anggota peneliti dari Universitas Kopenhagen, Denmark. Ia
mengatakan, di lingkungan seperti Mars dan Europa, bulannya Jupiter, yang
sungguh sanagt dingin, DNA mungkin bisa bertahan dalam waktu yang sangat
lama.

Seperti dituliskan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences
edisi terbaru, rahasia umur panjang bakteri terletak pada kapasitas DNA-nya
untuk terus memperbarui berkali-kali. Umumnya dengan umur setua ini, para
peneliti sulit menemukan DNA utuh. Kalaupun ada paling banyak hanya 100
nukleotida (inti sel) untuk dikodekan.

Sarah Stewart Johnson dari Institut Teknologi Massachusetts (MIT) menemukan
bakteri yang tangguh tersebut dari lapisan es yang digali dari wilayah timur
laut Siberia, barat laut Kanada, maupun Antartika. Ia dan timnya mengisolasi
materi genetik dari sampel yang murni.

Di sana, mereka masih menemukan 4.000 pasang, tanpa masalah, dan menunjukkan
bahwa DNA tersebut sangat bagus. Hasil pengukuran kadar karbondioksida yang
dihembuskan bakteri juga menunjukkan bahwa metabolisme di tubuh bakteri
tersebut masih bekerja.

"Beberapa bakteri jelas masih hidup," ujar Gilbert dengan yakin. Meski
bakteri tertua yang pernah ditemukan berumur hingga 800.000 tahun, namun
tidak menggunakan teknik yang mencegah kontaminasi dari luar.


Sumber: Xinhua
Penulis: Wah

--------------



http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0703/12/130501.htm

*Menyimpan Data di Tubuh Bakteri*


Tubuh bakteri dapat dipakai untuk menyimpan data seperti halnya hardisk atau
USB flash drive. Setiap organisme dapat menyimpan hingga 100 bit data. Nah
bisa dibayangkan kalau ada sekian miliar bakteri yang digunakan.

Diperlukan teknik penerjemahan kode untuk dapat menyimpan data ke tubuh
bakteri. Data digital dikodekan dalam bentuk kode-kode DNA buatan kemudian
disisipkan ke dalam genom bakteri. Teknik yang dikembangkan para peneliti di
Universitas Keio, Jepang ini berhasil menyimpan kalimat "E=mc2 1905" ke
tubuh Bacillus subtilis, jenis bakteri yang umum dijumpai di tanah.

Pada tahap pengembangan awal, teknik tersebut mungkin dapat dipakai untuk
menyimpan informasi medis agar tidak mudah dipalsukan. Namun, pada
pengembangan selanjutnya, teknik penyimpanan tersebut mungkin benar-benar
dapat dipakai untuk menyimpan data bahkan mengamankan data dengan back up
otomatis.

Sebab, bakteri tersebut juga menghasilkan salinan data setiap kali melakukan
replikasi. Salinan data juga disispkannya ke bagian lain deret genomnya
selama beraktivitas. Sistem back up ganda apalagi otomatis seperti ini tentu
sangat ideal jika dipakai dalam sistem penyimpanan data. Risiko kehilangan
data dapat ditekan tinggal bagaimana cara mengelola data di dalam tubuh
bakteri.

Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke