Belanda mungkin kaget, bila melihat bangsa yang dulunya dianggap "inlander"
, maju demikian pesat menguasai berbagai ilmu pengetahuan.


On 9/5/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, Satrio
> Arismunandar
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > MINTA BANTUAN TNI
> >
> > (De Telegraaf, 4 September 2007)
> >
> >
> > Namun anggota parlemen
> > dari Partai Liberal Konservatif VVD, Hans van Baalen, bersedia
> mendukung perpanjangan pasukan Belanda di Uruzgan asal mendapat
> bantuan negara lain. Hans van Baalen menyebut TNI dan tentara
> Australia. "Hubungan Belanda-Indonesia membaik belakangan ini,
> hubungan Indonesia-Australia juga menampakkan perbaikan, jadi
> mengapa kita bertiga tidak bekerja sama membangun kembali Uruzgan?"
> demikian Hans van Baalen. "Indonesia memiliki banyak helikopter dan
> pasukan zenie yang piawai, kita harapkan TNI bersedia mengirim
> > 400 s/d 600 pasukan zenie-nya ke Uruzgan", tambah Hans van Baalen.
> >
> >
>
> Kalau zeni pionier kita piawai, mengapa dikirim ke Afganistan, tidak
> ke Sidoardjo? Indonesia sudah kewalahan menghadapi orang Indonesia
> sendiri yang dididik menjadi terrorist di Afganistan. Indonesia
> adalah satu satunya negara, dimana terroristnya meledakkan bom di
> negara sendiri, melukai bangsa sendiri, menghancurkan bangunan
> sendiri.. sangat dodol..
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke