Betuuulll, dan jangan lupa, yang mengajari itu ya mereka sendiri. jangan lupa salah seorang tokok korps Zeni kita, jendral GPH (Gusti Pangeran Haryo) Jatikoesoemo, adalah jebolan BREDA, AKABRInya Belanda. Sahabat saya, laksamana penerbang Tumengkol, juga dididik di belanda ditahun 50an sebelum menjadi penerbang AL.
kapal p[erang kelas korvet yang baru kita terima juga buatan belanda, dan awaknya didiki di Belanda.. Jangan lupa, seluruh Kereta Api kita adalah peninggalan Belanda yang dibangun insinyur insinur Belanda. Waktu itu masinis belum diajarkan mendarat diluar rel.. Jadi, mereka nggak kaget lho mas, mereka tahu, dan bangga anak didik mereka mulai jagoan.. Salam danardono --- In [email protected], "Sandy Dwiyono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Belanda mungkin kaget, bila melihat bangsa yang dulunya dianggap "inlander" > , maju demikian pesat menguasai berbagai ilmu pengetahuan. > > > On 9/5/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, Satrio > > Arismunandar > > <satrioarismunandar@> wrote: > > > > > > MINTA BANTUAN TNI > > > > > > (De Telegraaf, 4 September 2007) > > > > > > > > > Namun anggota parlemen > > > dari Partai Liberal Konservatif VVD, Hans van Baalen, bersedia > > mendukung perpanjangan pasukan Belanda di Uruzgan asal mendapat > > bantuan negara lain. Hans van Baalen menyebut TNI dan tentara > > Australia. "Hubungan Belanda-Indonesia membaik belakangan ini, > > hubungan Indonesia-Australia juga menampakkan perbaikan, jadi > > mengapa kita bertiga tidak bekerja sama membangun kembali Uruzgan?" > > demikian Hans van Baalen. "Indonesia memiliki banyak helikopter dan > > pasukan zenie yang piawai, kita harapkan TNI bersedia mengirim > > > 400 s/d 600 pasukan zenie-nya ke Uruzgan", tambah Hans van Baalen. > > > > > > > > > > Kalau zeni pionier kita piawai, mengapa dikirim ke Afganistan, tidak > > ke Sidoardjo? Indonesia sudah kewalahan menghadapi orang Indonesia > > sendiri yang dididik menjadi terrorist di Afganistan. Indonesia > > adalah satu satunya negara, dimana terroristnya meledakkan bom di > > negara sendiri, melukai bangsa sendiri, menghancurkan bangunan > > sendiri.. sangat dodol.. > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

