RM Danardono HADINOTO wrote: **** "Artinya sholat DAPAT mencegah kemungkaran dari si pelaku sholat"... dan BUKAN: "SHALAT ITU MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR" seperti yang ditulis sipenulis.
Antara dua kalimat itu ada jurang raksasa yang memisahkan. NOTE: Sayang sekali argumentasi tautologis dijadikan acuan analitis yang memilahkan antara ide dan materi. Ide dan materi di dalam sistem acuan alam-semesta adalah manunggal, satu, tidak terpisahkan. Realitas ini oleh S.W Hawking dijelaskan dalam "No boundary propossals"-nya yang mampu secara matematis logis rasional menjelaskan kelahiran alam semesta dari nothingness, nihilio. Argumentasi tautologis demikian membawa kita mundur 3000 tahun ke belakang, demikianlah akal-akalan manusia. Sayang, mas. ----- Original Message ----- From: RM Danardono HADINOTO To: [email protected] Sent: Saturday, September 08, 2007 5:09 AM Subject: [ppiindia] Re: SHALAT ITU MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR --- In [email protected], "A. Marconi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lha 'kan tak salah yang dijelaskan beberapa kali bahwa ada diskrepansi teori dan praktek. Sholat itu sendiri mampu mencegah kemungkaran atau tidaknya sangat bergantung kepada manusia individu yang melaksanakannya. Dalam hal ini ada permasalahan praktek sholat per individu. Sebab umumnya Muslimin jika sholatnya dipraktekkan dengan lurus maka hasilnya adalah kesadaran ahlaq untuk TIDAK berbuat munkar. Artinya sholat dapat mencegah kemungkaran dari si pelaku sholat. > **** Betul sekali: "Artinya sholat DAPAT mencegah kemungkaran dari si pelaku sholat"... dan BUKAN: "SHALAT ITU MENCEGAH PERBUATAN KEJI DAN MUNGKAR" seperti yang ditulis sipenulis. Antara dua kalimat itu ada jurang raksasa yang memisahkan. Salam Danardono ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.485 / Virus Database: 269.13.8/993 - Release Date: 6-9-2007 15:18 [Non-text portions of this message have been removed]

