Mas Agus,

Yang 'bikin' keadaan kaya gini siapa sih? ORBA ninggalin berapa besar
hutang?
Yang sebagian besar jatuhnya ke BLBI dan dinikmati segelintir orang eh
setan..
dibawa kabur dan ditanam ke negara lain.. sementara bebannya HARUS
DITANGGUNG SELURUH RAKYAT INDONESIA..  :-(

Pencabutan subsidi buat rakyat siapa? Atas saran siapa? Siapa yang ngundang?
Kalaupun saat ORBA hidup 'lebih nyaman' karena itu sekedar sedikit kucuran
dana yang diteteskan saja.. trickle down effect.. nge-kaya-in yang gede"..
biar bisa
netesin ke yang di bawah/wong cilik.. cuma tetesan doank bos..

Dan lihat hasilnya sekarang.. (penguasa) RI menyubsidi (rakyat) China dan
negara" lain (artikel lain).. sementara rakyat sendiri harus anti minyak
tanah..
dengan harga yang makin langka dan mahal..

IMHO, (Jangan") kesengsaraan di jaman reformasi juga karena ulah antek" ORBA

yang sengaja mengerem laju reformasi.. agar rakyat membenci reformasi dan
rindu ORBA.. Buktinya lihat saja.. Majalah Time Asia saja bisa kalah dan
dituntut
1 Trilyun.. (mau teriak najis.. sialan.. tapi gak jadi ah.. jelek)..

CMIIW..

Wassalam,

Irwan.K

On 9/11/07, A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Ketika Soeharto berkuasa hingga dilengserkan tahun
> 1998, saya tidak suka dengan Soeharto.
>
> Tapi 9 tahun setelah itu di tahun 2007 ini, ternyata
> Soeharto lebih baik ketimbang pemimpin yang ada. Di
> antaranya:
>
> 1. Program transmigrasi yang memberikan petani lahan 2
> hektar sawah secara gratis. Saat ini hal ini nyaris
> tidak terdengar lagi.
>
> 2. Biaya pendidikan dari SD hingga Universitas yang
> murah. Dulu di UI biayanya paling cuma rp 400 ribu /
> tahun. Uang masuk juga paling cuma rp 200 ribu.
> Sekarang uang masuk rp 25-75 juta. Meski diinflasikan
> selama 9 tahun dengan rata2 20%/tahun pun uang masuk
> UI zaman Soeharto saat ini paling cuma rp 1 juta!
> Nah sekarang masuk SMA saja uang masuk bisa rp 7 juta,
> kemudian tiap tahun ada daftar ulang sampai rp 1,5
> juta. Belum uang buku yang bisa mencapai rp 400 ribu
> per semester di SMP dan SMA.
>
> 3. Zaman Soeharto buku SD dipinjamkan dari
> perpustakaan secara gratis. Sekarang harus beli setiap
> tahun. Bisnis buku merajalela. Untuk SD bisa rp 200
> ribu.
>
> 4. Di zaman Soeharto ada kemandirian dengan mendirikan
> IPTN, Telkom, dan Indosat. Sekarang hal itu diabaikan
> dan justru diobral ke luar negeri.
>
> Saat ini korupsi justru lebih menggila. Meski APBN
> nyaris rp 800 trilyun yang jika dibagikan kepada 50
> juta keluarga di Indonesia tiap keluarga bisa dapat rp
> 16 juta/tahun, tapi karena dikorup sebagian besar
> rakyat hidup dalam kemiskinan sementara para pejabat
> justru kaya raya.
>
> Meski Mega tidak lebih baik dari SBY, tapi kritiknya
> kenapa APBN besar sementara rakyat justru miskin ada
> benarnya juga.
>
> Salam
>
> --- irwank <[EMAIL PROTECTED] <irwank%40bluebottle.com>> wrote:
>
> > Kado buat ORBA dan pendukungnya.. Kumaha yeuh '
> > http://www.soehartoincbuster.org/' ?
> > Putusan dari MA 30/08/2007.;
> >
>
> http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/10/time/180132/idnews/828086/idkanal/10
> >
> > Bener kan.. ORBA dah bangkit terang"an.. gak
> > sembunyi" lagi..
> > CMIIW..
> >
> > Wassalam,
> >
> > Irwan.K
> >
> >
>
> http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/11/time/131430/idnews/828425/idkanal/10
> >
> > 11/09/2007 13 <javascript:void(0)>:14 WIB
> >
> > Kemenangan Soeharto Dikhawatirkan Merembet ke Kasus
> > Lain
> > Gagah Wijoseno - detikcom
> >
> >
> <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-krazymarket-tower.ad/>
>
> > *
> > Jakarta* - Putusan kasasi MA yang memenangkan mantan
> > presiden Soeharto dalam
> > perseteruannya dengan majalah Time Asia diduga akan
> > berdampak pada kasus
> > lain. Salah satunya gugatan perdata terhadap
> > Soeharto yang dilancarkan
> > Kejagung.
> >
> > "Ini sepertinya menggembosi upaya Kejagung dalam
> > kasus lawan Soeharto," kata
> > kuasa hukum Time Asia, Todung Mulya Lubis, di
> > kantornya, Gedung Mayapada
> > lantai 5, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa
> > (11/9/2007).
> >
> > Padahal tulisan yang terdapat dalam majalah Time
> > Asia tahun 1999 dilakukan
> > melalui riset berbulan-bulan. Penelitiannya pun
> > tidak hanya di Indonesia,
> > tapi juga beberapa negara lainnya. Validitas hasil
> > riset juga diakui jaksa
> > agung waktu itu, Marzuki Darusman.
> >
> > "Jaksa agung waktu itu, Marzuki Darusman,
> > menggunakan data ini untuk
> > penyelidikan di kejaksaan," katanya.
> >
> > Data ini juga digunakan dalam penyelidikan kasus
> > Soeharto saat ini.
> >
> > Soal pencemaran nama baik, isi yang terdapat dalam
> > majalah Time itu, imbuh
> > dia, bukan barang baru. Media-media lain pun sudah
> > memberitakan hal yang
> > sama.
> >
> > Kuasa hukum Time lainnya, Lelyana Santosa,
> > mengatakan, sebagai negarawan
> > Soeharto tidak punya reputasi lagi. Hal itu nyata
> > karena sudah ada Tap MPR
> > yang memerintahkan penyelidikan dugaan KKN Soeharto.
> >
> > "Itu kan belum pernah dicabut berarti masih ada
> > sampai sekarang," katanya.
> > * (umi/nrl)*
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke