Menurut kantor berita AP, gelombang tsunami 'kecil' dilaporkan terlihat di Padang dgn. ketinggian hingga 3 m.
<http://news.yahoo.com/s/ap/20070912/ap_on_re_as/indonesia_earthquake> Menurut berita di detik.com, BMG baru saja mencabut /meniadakan peringatan bahaya Tsunami: <http://tinyurl.com/yoseha> yang di bawah ini dari liputan6.com <http://www.liputan6.com/daerah/?id=147498> Mudah-mudahan tidak ada korban maupun kerusakan yang jauh di luar apa yang sudah diberitakan hingga hari ini. ----( ihsan hm )----------------------------- 12/09/2007 20:33 Gempa Bumi ------------------------------------------------- BMG: Kepastian Tsunami Diketahui Pukul 20.00 WIB ------------------------------------------------- Liputan6.com, Bengkulu: Gempa berkekuatan 7,9 skala Richter yang menguncang Bengkulu terjadi sekitar 20 hingga 50 menit. Gempa yang terjadi pukul 18.10 WIB berpusat di 4,67 lintang selatan dan 101,13 bujur timur atau sekitar 159 barat daya Bengkulu. Kedalaman gempa berada 10 kilometer. Debuti Bidang Informasi BMG Prihajadi mengatakan, gempa berpotensi tsunami. Namun kepastian adanya tsunami baru diketahui antara 1,5 hingga dua jam setelah gempa. Prihajadi menambahkan, potensi tsunami sangat besar karena gempa termasuk jenis sesar naik. Kemungkinan gempa berpotensi tsunami juga diperkuat oleh Pasifik Tsunami Center. Lembaga ini memberikan peringatan tidak hanya kepada Indonesia tetapi juga negera-negara di sekitar Samudra Hindia, antara lain India, Srilangka, dan pulau-pulau kecil lainnya. Lebih jauh Prihajadi mengatakan, pihaknya sudah meminta pada warga di barat daya Sumatra untuk segera meninggalkan pantai. "Tidak ada waktu untuk menunggu," kata Prihajadi. Warga juga diimbau untuk tidak pulang ke rumah mereka dahulu hingga pukul 20.00 WIB. Namun apabila dua jam setelah gempa terjadi tidak ada gelombang naik di Pantai Bengkulu berarti guncangan tidak memicu tsunami. Warga pun diminta tidak khawatir lagi dan boleh pulang ke rumah mereka masing-masing. Selain warga Bengkulu, gempa dirasakan sampai ke daerah lain seperti Riau, Padang, Lampung, dan Jakarta. Sejumlah warga Ibukota yang sedang berada di gedung bertingkat sempat panik. Mereka berlarian keluar untuk menyelamatkan diri.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

