Dear Master Harry, Tanggapan saya ada dibawah.
Yap Hong Gie <[EMAIL PROTECTED]> wrote: JUSTICE IS SERVED !!! ==============Harry:...... Justice is served...or ...unjust stay alive ....in the deldel duwel country! Kalau ngak salah perkara Time ngelawan Suharto Inc itu pernah ditangani sama Pengadilan Negeri, dan diputusin bahwa Suharto Inc ...tidak punya alasan untuk menggugat Time. Kenapa sekarang MA me-menangkan perkara ini dan gugatan se-triljun itu akan dibebankan ke Time sebagai kemplangan menodai nama "baik" mbah Harto. YHG: Khusus untuk seorang sahabat seperti Anda, saya ulangi dengan tegas: J U S T I C E I S S E R V E D !!! Akan saya jelaskan kenapa majalah TIME jeblog, atau kartunya "KONG", kosong-song-song! 1.) Majalah TIME Edisi 14 Mei 1999 Volume 153 Nomor 20 menulis artikel tentang kekayaan mantan Presiden Soeharto, dengan judul "Soeharto Inc. How Indonesia's Longtime Boss Built a Family Fortune (Perusahaan Soeharto. Bagaimana Indonesia Dalam Waktu Lama Membangun Kekayaan Keluarga)". 2.) Majalah TIME Asia Edoso 17 Mei 1999, memberitakan transfer dana US$9 miliar dari Swiss ke Austria yang diduga milik mantan Presiden Soeharto dan mengungkap harta kekayaan anak-anak Soeharto di luar negeri. 3.) Majalah TIME Asia Edisi 24 Mei 1999, menurunkan hasil investigasi mengenai harta kekayaan Soeharto dan keluarganya. TIME menaksir keluarga Soeharto memiliki kekayaan US$ 15 miliar, baik berupa uang, tanah dan bangunan, barang-barang seni, perhiasan, dan pesawat pribadi. 4.) Kejaksaan Agung was miss-leaded by Time's repotrage, which obviously had no factual ground at all! Kejaksaan Agung (31 Mei 1999) memeriksa Siti "Tutut" Hardiyanti Rukamana, Sigit Hardjojudanto, Hutomo "Tommy" Mandala Putra, Siti Hutami "Mamiek" Endang Adiningsih dan Siti Hediati "Titiek" Harijadi Prabowo secara bergantian untuk mencocokkan data yang diungkap TIME. Sementara itu, Pemerintah Swiss sudah menyatakan kesediaaannya untuk membantu pemerintah RI, melacak rekening-rekening Pak Harto di luar negeri. 5.) 9 Februari 1999 Jaksa Agung Andi M. Ghalib melaporkan hasil investigasi 15 kedutaan besar RI yang menyimpulkan tidak ditemukan harta kekayaan Soeharto di luar negeri. 6.) 27 Mei 1999 Soeharto menyerahkan surat kuasa kepada Kejagung untuk mencari fakta dan data berkaitan dengan simpanan kekayaan di bank-bank luar negeri (Swiss dan Austria) . 7.) 30 Mei 1999 Andi Ghalib dan Menteri Kehutanan Muladi berangkat ke Swiss untuk menyelidiki dugaan transfer uang sebesar US$ 9 miliar dan melacak harta Soeharto lainnya. 8.) 11 Juni 1999 Muladi menyampaikan hasil penyelidikannya bahwa pihaknya tidak menemukan simpanan uang Soeharto di bank-bank Swiss dan Austria. Kesimpulannya: Bahwa, kampanye pembusukan Majalah Time terhadap Pak Harto adalah, pesanan dari skenario besar untuk menghabisi Pak Harto. Namun isinya tidak lebih dari sampah, sama seperti halnya kampanye AS untuk mendapatkan dukungan dunia dalam rangka menyerang Irak; propaganda tentang Weapon of Mass Distruction, propaganda bahwa, begitu Sadam Husein tertangkap maka perlawanan rakyat Irak akan berakhir, dsb, dsb, semuanya: s a m p a h ! Skenario besar antara lain adalah program fatal IMF dan campur tangan dari Secretary of State Madeline Albright. Beliau seperti dukun bisa meramalkan bahwaPak Harto akan lengser dalam hitungan jam. Harap diingat bahwa M. Albright membuat statement dimuka publik, selaku Secretary of State negara adikuasa, yang menerima laporan A-1 dari Dubes AS dan agen-agen dilapangan. Quote: Wednesday, 20 May Madeline Albright Albright Albright calls for Indonesian President Suharto to resign as an act of statesmanship. Evidently this would ally with his acts of genocide, grand larceny and human rights abuses. Suharto goes within hours.---End quote U.S. Godfather Maneuvers and IMF Demands. Quote: Only hours before Suharto announced his resignation, U.S. Secretary of State Madeline Albright had called for Suharto to "preserve his legacy" by permitting a democratic transition--an implicit call for him to step down. And then after Habibie came to power, the U.S. urged him to "move swiftly toward democratic and economic reforms." But some U.S. officials seem to be revealing their preferred scenario by stating that Habibie will probably end up being a transition figure since he is not up to the task of carrying out such "reform." One U.S. official noted that the Indonesia military will play an extremely important role in determining whether Habibie is able to serve out the rest of Suharto's five-year term. And various analysts have pointed out that the U.S. has had a good relationship with General Wiranto. The U.S. is now expecting a "period of uncertainty," the official said, pointing out that protests would probably continue because of widespread anti-Habibie sentiment and the continuing economic crisis. ------End quote. ----------------------------- HA: Yang mengherankan baru perkara perdata di mulai untuk menuntut Mbah Harto dalam bidang perdata tahu2 sekarang sudah di jegal sama MA. Jadi bukan saja proses peradilan yang sudah deldel duwel tapi juga arti filsafat keadilan-nya sudah babak bundas deldel duwel pula. Jadi ngurusin perkara peradilan di Indonesia itu tidak lain adalah...suatu usaha ...wasting time and money saja. Mbok ya sudah ya, ketimbang buang2 energi, lha mbok Mbah Harto di angkat saja sebagai penasehat, se-tidak2nya dibelakang layar kayak Lee Kwan Yew, atau memang mbah Harto sudah menduduki jabatan ini ya? sebagai senior citizen yang mem-bagi2 nasehat bagaimana caranya ngeruk harta rakyat Indonesia. YHG: Bagaimana caranya ngeruk harta rakyat Indonesia, itu tidak perlu nasehat. Sampean (berlaga) lupa ya, bagaimana vulgar-nya para konglo hitam menjarah uang para deposan kecil, merampok BLBI, kemudian membeli asetnya kembali senilai 15% ?!?! ----------------------- HA: Lha mbok di canangkan saja ya, negara ini buat semua orang, terutama sang penggede2 bisa free for all. Ketimbang cape2 ngurusin negak-in hukum. Trial by press atau tidak ya ngak ada akibat bagi Mbah Harto. Malahan dia menyeringai puas ....ada yang berani men-jelek2-in dia maka ...siaplah untuk dapat kemplangan. Jadi negara ini sudah jadi negara para penyamun, simple as that! Kebebasan pers akan mati dan yang jaya adalah negara deldel duwel ala Mbah Harto. Harry Adinegara. YHG: Anda bisa saja benar, bahwa RI adalah negara dari para penyamun, tapi bagaimana dengan negara Anda, Australia? Lhaa ... pemerintah Anda berdalih HAM, Freedom dan segala gombal moral lainnya di Tim-Tim, jelas-jelas bertujuan untuk merampok Oil & Gas di Timor Gap, namanya apa? Bagaimana dengan sogok-menyogok dan kickbacks Oil for Food scandal di Iraq, yang melibatkan number 1 anda number 2, negara Anda? Psssstt ... ta' bisiki, kalau ada International Hypocrite Contest sebaiknya sampeyan buru-buru ndaftar ya ..... Wassalam, yhg. ---------------

