http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006115831



*PRESIDEN PIMPIN RAPAT KABINET TERBATAS DI LANUD HALIM PERDANAKUSUMA*

LANUD HALIM PK (14/9) - *Presiden RI*, *Susilo Bambang Yudhoyono* memimpin
Rapat Kabinet Terbatas mengenai upaya penanganan dampak gempa pukul
17.25Wib di Ruang VVIP Kusuma I Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis
(13/9).

Rapat Kabinet Terbatas dilaksanakan setelah menunggu kehadiran empat Menteri
yang meninjau langsung ke Bengkulu, tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma yang
disambut oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Boy
Syahril Qamar. Empat Menteri terdiri dari Menko Kesra Aburizal Bakrie,
Menkominfo Muhamad Nuh, Menhub Jusman Syafie Djamal, dan Mensos Bachtiar
Chamzah .

Presiden dalam rapat tersebut menerima laporan dari para Menteri yang
meninjau langsung di lapangan, dan laporan dari Panglima TNI Djoko Suyanto
yang melakukan pemantauan dari udara dengan menggunakan pesawat Boeing -737
milik TNI Angkatan Udara di lokasi terjadinya gempa bumi di Propinsi
Bengkulu dan sekitarnya. Hadir dalam rapat itu, Wapres Jusuf Kalla, Kapolri
Jenderal Pol Sutanto, Menkeu Sri Mulyani, kepala BMG Sri Woro Harijono,
Mendagri Mardiyanto, Menkes Siti Fadillah Supari, dan Menteri Pekerjaan Umum
Djoko Kirmanto.

Setelah memimpin Rapat dan menerima laporan dari para Menteri dan Panglima
TNI, Presiden menggelar jumpa pers di ruang VIP Kusuma II Lanud Halim
Perdana Kusuma. Dalam jumpa pers Presiden didampingi para Menteri dan
Panglima TNI menjelaskan ," Saya menerima laporan, telah terjadi kembali 2
gempa besar di sebelah barat pulau Sumatra, disela-sela itu ada gempa-gempa
susulan dan bahkan gempa ditempat yang lain diluar daerah Sumatera. Sejak
terjadinya gempa, system kita telah bekerja pejabat-pejabat yang berwenang
telah menjalankan tugasnya, untuk melaksanakan tindakan tanggap darurat guna
meminilisasi jumlah korban dan kerusakan lainnya, dan ada beberapa kepala
daerah tidak ada ditempat ketika gempa terjadi. Saya meminta segera kembali
ketempatnya untuk memimpin langsung langkah langkah tanggap darurat,
rekonstruksi, dan rehabilitasi," kata Presiden SBY.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke