http://www.tni-au.mil.id/headline.asp?aid=948
*TNI AU ANGKUT BANSOS KE BENGKULU*
HERCULES A-1318 ANGKUT BANSOS KE BENGKULU
Komitmen Koopsau I untuk merespons cepat ("quick response") setiap kali
terjadi bencana di titik manapun di tanah air, dibuktikan dengan mengerahkan
pesawat Hercules bernomor A-1318 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim
Perdanakusuma untuk membawa bantuan sosial (bansos) gempa bumi ke Bengkulu,
Jum'at (14/9).
Pesawat dipiloti oleh Kapten Pnb Beni dan Kapten Pnb Ari membawa mobil
ambulans, mobil komando, perlengkapan rumah sakit lapangan berikut 30
personel tim kesehatan lapangan. Jika memungkinkan muatan ditambah bansos
yang terus mengalir dari berbagai pihak, jika tidak maka bansos akan
diterbangkan dengan pesawat Fokker F-27 Skadron Udara 2 Lanud Halim
Perdanakusuma.
Sementara kemarin, beberapa saat setelah gempa bumi berkekuatan 7,9 SR
mengguncang Bengkulu dan sekitarnya, TNI AU segera mengirim pesawat Fokker
bernomor A-2704 dengan pilot Mayor Pnb David untuk membawa alat peralatan
komunikasi. Pada hari yang sama Pesawat Intai B-737 bernomor AI-7307 dari
Skadron Udara 5 yang dipiloti Mayor Pnb Arif Faini melakukan pemotretan
udara untuk memperoleh foto-foto lokasi yang terkena dampak gempa, yang akan
dijadikan sebagai bahan acuan untuk penanganan gempa secara akurat. Ikut
berada di dalam pesawat Panglima TNI Marsekal TNI Joko Suyanto.
Pada hari yang sama, sebuah Hercules dengan nomor A-1317 yang dipiloti oleh
Mayor Pnb Putu membawa bansos dari Departemen Kesehatan yang meliputi
biscuit 600 koli, mie instant 500 koli, sarung tangan 50ea, obat-obatan 132
koli dan kantong mayat sebanyak 100ea. Sedangkan dari Walubi meliputi mie
instant 100 koli, aqua dan biscuit 500 koli, peralatan masak 10 koli,
peralatan tenda 9 koli, alat kesehatan 118 unit, dan selimut 15ea. Dari RSCM
membawa alat bedah sebanyak 43 koli.
Total bansos yang diangkut seberat 6,7 ton belum termasuk rombongan wartawan
26 orang, personel Depkes 22 orang, Depsos 22 orang, Kominfo 3 orang,
Bakornas seorang, perwakilan Pemda Bengkulu 2 orang, Walubi 9 orang, dan UGD
12 orang.
Menurut rencana, sejumlah penerbangan khusus (special flight) masih akan
dikerahkan ke kawasan bencana, sesuai dengan dinamika dan request yang
diminta oleh pihak-pihak yang terkait. Yang pasti, komitmen Koopsau I untuk
"Siaga Senantiasa" dan "Quick Response" akan senantiasa diimplentasikan oleh
jajaran operasionalnya di lapangan sebagai wujud pelaksanaan tugas Operasi
Militer Selain Perang (OMSP).***(Pen Koopsau I).
[Non-text portions of this message have been removed]