Menurut saya, perlu ada alokasi dana khusus bagi kelompok masyarakat paling
miskin
berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Uang
dari BLT tersebut, akan mempercepat
perputaran uang dan ekonomi di kalangan kaum miskin.

Perputaran uang mirip dengan siklus air tanah. Misalkan kelompok masyarakat
diandaikan
sebagai lapisan tanah, dan uang sebagai air tanahnya.

Di lapisan paling bawah ada kelompok Super Kaya, lalu diatasnya
berturut-turut
kelompok Kaya, Sedang, Misikin,
dan Sangat Miskin. Nah, air tanah cenderung hanya berputar-putar
dilapisan paling bawah, Sangat Kaya dan Kaya saja. Agar lapisan
atasnya mendapat siraman air, maka
air tanah tersebut perlu diangkat dulu ke atas, lalu disiramkan ke
lapisan paling atasnya. Meskipun setelah air
diangkat ke atas, air akan kembali merembes ke lapisan di bawahnya, Miskin
ke
Sedang ke Kaya dan Sangat Kaya. Tetapi dengan mengangkat air ke
permukaan paling atas, setiap
lapisan akan mendapatkan bagian airnya.Tanpa usaha mengangkat air, kelompok
Paling Miskin tidak akan pernah mendapat rembesan ekonomi, karena air
tidak akan
pernah bergerak dari bawah ke atas.



----------------------------------------------------------

http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=303854


*SBY Resmikan Rumah Sehat*

Dokter Umum dan Spesialis Praktik Gratis

JAKARTA - Di tempat ini ada dokter umum dan juga dokter spesialis, tapi
namanya bukan rumah sakit. Itulah rumah sehat yang kemarin diresmikan *Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono* (SBY).

Rumah sehat tersebut berada di kompleks Masjid Sunda Kelapa, tepat di depan
rumah dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jalan Madiun. Rumah sehat itu
mirip klinik kesehatan. Dibangun lima lantai dengan fasilitas yang cukup
lengkap untuk ukuran klinik. Di sana, tersedia dokter umum dan spesialis
yang memberikan pelayanan secara gratis kepada masyarakat.

Lantai pertama dan kedua dipakai untuk pengobatan gratis bagi masyarakat. Di
lantai tiga, khusus ruang praktik dokter spesialis. Ada juga ruang
konsultasi narkoba di lantai empat. Yang paling atas diperuntukkan kegiatan
seminar. Rumah sehat tersebut juga memiliki dua unit ambulans yang merupakan
sumbangan dari Wapres Jusuf Kalla dan Taufiq Kiemas, suami mantan Presiden
Megawati Soekarnoputri.

SBY kemarin juga menyatakan menyumbang peralatan pemeriksaan mata serta
pemeriksaan telinga, hidung, dan tenggorokan (THT). "Tadi saya bisik-bisik,
apa yang masih dibutuhkan. Katanya alat pemeriksaan mata dan THT. Insya
Allah akan saya bantu," ujar SBY.

Dalam sambutannya, SBY mengatakan, seandainya masyarakat berlomba-lomba
mengeluarkan zakat dan sedekah, kemiskinan di Indonesia lebih cepat diatasi.
Rumah sehat itu, kata SBY, bentuk kemuliaan ibadah para jamaah Masjid Sunda
Kelapa.

Ketua Umum Pengurus Masjid Sunda Kelapa Syaiful Hamid mengatakan, nama rumah
sehat sengaja dibuat karena fungsi rumah tersebut untuk menjadikan orang
sakit menjadi sehat. "Kalau pakai nama rumah sakit, nanti izinnya ditagih
oleh menteri kesehatan," kata Syaiful.

Pendirian rumah sehat itu bermula dari pantauan pengurus masjid bahwa di
antara para jamaah banyak yang berprofesi sebagai dokter. Baik dokter umum
maupun spesialis. Pengurus masjid pun menawarkan kepada para dokter itu
untuk praktik tanpa dibayar di rumah sehat. Ternyata respons para dokter
positif. Saat ini sudah ada enam dokter spesialis yang praktik di rumah
sehat tersebut. Masjid Sunda Kelapa memiliki ribuan jamaah. (tom)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke