http://www.kompas.com/ver1/Kesehatan/0709/13/162232.htm


*Didera Rasa Kesepian Merusak Kesehatan*

Setiap orang dalam masa hidupnya pastilah pernah merasa kesepian, entah
karena merasa terisolasi dari kehidupan sosial di sekitarnya atau kesepian
karena kehilangan pasangan akibat perceraian atau kematian. Para ahli
mengatakan orang-orang yang sering didera rasa kesepian memiliki kualitas
kesehatan yang buruk.

Kesepian menurut ilmu psikologi merupakan perasaan terkucil, penuh
kesedihan, karena merasa dirinya hanya hidup seorang diri. Keadaan ini tentu
saja terasa menyakitkan. Rasa kesepian umumnya akan merambat pada kecemasan,
depresi, dan tertekan. Selain remaja, orang lanjut usia juga sering merasa
kesepian.

Seperti dipublikasikan dalam jurnal Genome Biology, para peneliti dari
University California Los Angeles (UCLA) menemukan jenis gen tertentu yang
lebih aktif pada orang yang memiliki perasaan kesepian berlarut-larut.
Akibatnya gen yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh menjadi rusak.

Dalam risetnya, para peneliti tersebut mencoba melihat aktivitas gen dalam
sel darah putih pada 14 orang relawan. Sebelumnya para relawan tersebut
dinilai kualitas hubungan sosialnya menggunakan sistem skor. Jika
dibandingkan dengan orang yang kualitas hubungan sosialnya baik, orang yang
termasuk dalam kelompok kesepian, berbagai jenis gen dalam tubuhnya
cenderung menjadi "tidak terkendali" dan membuat peradangan. Padahal
peradangan yang terlalu banyak bisa merusak jaringan dan menyebabkan
penyakit.

Sedangkan gen lain, termasuk gen yang bertugas melawan virus dan memproduksi
kekebalan tubuh, menjadi kurang aktif. Hal itu tidak ditemukan pada orang
yang tidak kesepian. "Kini semakin jelas bahwa terisolasi secara sosial
berdampak secara biologi pada tubuh," kata Dr Steven Cole, ketua peneliti
dari UCLA.

Sementara itu kajian lain menunjukkan hubungan sebab akibat antara rasa
kesepian akibat terisolasi dari lingkungan sosial dengan berbagai penyakit,
misalnya penyakit jantung. Para ahli yang setuju dengan teori tersebut
mengatakan kualitas, bukan kuantitas, pertemanan sangat penting untuk
kesehatan jiwa seseorang.


Sumber: BBC
Penulis: An


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke