Hari ini KOMPAS di halam pertama memuat berita Mahkamah Agung menolak diaudit 
BPK.  Lah pantas aja toh kalau Suharto menang dalam kasus melawan TIME.

Di bawah ada berita yang membuat kita perlu bangga, karena ada orang Indonesia 
jadi Juara 1, dinobatkan PBB pula...  gile booooooo..  Juara Dunia...  ole ole 
ole ole !!!!!!!!

Nice Day
Bobby B



Selasa, 18 September 2007, 15:54 WIB
SOEHARTO TEMPATI URUTAN PERTAMA DUNIA SOAL PENCURIAN KEKAYAAN NEGARA

New York--RRI-Online, Mantan Presiden Soeharto menempati urutan pertama daftar 
pemimpin politik dunia yang diperkirakan mencuri kekayaan negara dalam jumlah 
besar selama kurun waktu beberapa puluh tahun terakhir.

Daftar tersebut tercantum dalam buku panduan yang dikeluarkan oleh PBB dan Bank 
Dunia bersamaan dengan peluncuran Prakarsa Penemuan Kembali Kekayaan Yang 
Dicuri` (Stolen Asset Recovery (StAR) Initiative di Markas Besar PBB, New York, 
Senin (18/9). 

Peluncuran prakarsa dihadiri oleh Sekjen PBB Ban Ki-moon, Presiden Bank Dunia 
Robert B. Zoellick, dan Direktur Kantor PBB untuk masalah Obat-obatan terlarang 
dan Kejahatan (UNODC) Antonio Maria Costa, serta para pejabat tinggi sejumlah 
negara anggota PBB, termasuk Deputi Watap RI untuk PBB, Adiyatwidi Adiwoso, dan 
Direktur Perjanjian Internasional Deplu-RI, Arif Havas Oegroseno. 

Daftar tersebut mencantumkan `Mohamad Suharto (1967-1998)` pada urutan teratas 
tabel "Perkiraan Dana yang Kemungkinan Dicuri dari sembilan Negara`, dengan 
kekayaan yang diperkirakan dicuri Suharto berjumlah 15 miliar dolar hingga 35 
miliar dolar AS. 

Temuan PBB-Bank Dunia itu menyebutkan perkiraan total PDB Indonesia setiap 
tahunnya pada rezim Soeharto 1970-1998 sebesar 86,6 miliar dolar AS. 

Indonesia, seperti yang diungkapkan Arif Havas Oegroseno, akan mengajukan 
permintaan bantuan kepada StAR Initiative untuk berusaha mengembalikan kekayaan 
negara yang diperkirakan dicuri Soeharto. 

Menurut rencana, Havas pada Jumat (21/9) akan bertemu dengan pihak Bank Dunia 
di Washington DC untuk membahas rencana Indonesia tersebut. 

Pembahasan di Washington nanti, kata Havas yang ditemui sebelum peluncuran StAR 
Initiative, akan berkisar kepada penaksiran kemungkinan mengumpulkan kembali 
kekayaan yang diperkirakan dicuri Soeharto serta langkah-langkah apa saja yang 
akan dilakukan setelah itu. 

Dengan demikian, saat ini belum diketahui di mana saja kekayaan yang 
diperkirakan dicuri Soeharto tersebar dan dapat dikumpulkan kembali. 

Sementara itu, mengenai bantuan apa yang dapat diberikan kepada negara-negara 
yang ingin mengumpulkan kembali kekayaan negara yang dicuri oleh pemimpin 
politik mereka, Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick mengungkapkan bahwa StAR 
Inisiatif dapat membantu memperkuat kemampuan tim nasional suatu negara untuk 
mengembalikan harta yang dicuri. 

Untuk itu, ujar Zoellick, diperlukan antara lain dukungan perundang-undangan di 
negara yang bersangkutan, pelatihan dan peningkatan kemampuan bagi pihak-pihak 
terkait di bidang hukum serta kerjasama antar-negara dalam mengumpulkan kembali 
kekayaan yang diparkir di suatu negara tertentu. 

Berkaitan dengan itu, ketika menjawab pertanyaan, Direktur UNODC Antonio Maria 
Costa mengatakan pengembalian kekayaan yang diparkir di luar negeri juga akan 
memerlukan perjanjian ekstradisi antara negara-negara yang bersangkutan. 

Selain Soeharto, pemimpin politik dunia lainnya yang diperkirakan mencuri 
kekayaan negara adalah Ferdinand Marcos dari Filipina (1972-1986) dengan 5-10 
miliar dolar AS; Mobutu Sese Seko dari Zaire (1965-1997) dengan lima miliar 
dolar AS; Sani Abacha dari Nigeria (1993-1998) dengan 2-5 miliar dolar AS serta 
Slobodan Milosevic dari Serbia/Yugoslavia (1989-2000) dengan satu miliar dolar 
AS. 

Di bawah mereka, terdapat nama Jean-Claude Duvalier dari Haiti (1971-1986) yang 
diperkirakan mencuri 300-800 juta dolar AS; Alberto Fujimori dari Peru 
(1990-2000) dengan 600 juta dolar AS, Pavio Lazarenko dari Ukraina (1996-1997) 
dengan 114 hingga 200 juta dolar AS; Arnoldo Aleman dari Nikaragua (1997-2002) 
dengan 100 juta dolar AS dan Joseph Estrada dari Filipina (1998-2001) dengan 70 
hingga 80 juta dolar AS. 

Daftar `Perkiraan Dana yang Kemungkinan Dicuri dari sembilan Negara` disiapkan 
oleh Transparency Internasional (TI) dan Bank Dunia. 

Namun menurut TI, pemimpin dunia yang tercantum dalam daftar teresbut tidak 
berarti menjadi sembilan pimpinan dunia terkorup. 

TI juga mengungkapkan bahwa sumber-sumber yang dijadikan bahan untuk membuat 
daftar tersebut didapat melalui informasi dari berbagai media massa. 

Satu-satunya informasi yang didapatkan secara resmi dari sumber suatu negara 
adalah dari Peru, yaitu berkaitan dengan kemungkinan keterlibatan Alberto 
Fujimori dalam menghilangkan kekayaan negara tersebut. 

Menurut catatan PBB-Bank Dunia, Filipina akhirnya memperoleh kembali 624 juta 
dolar dari uang yang diparkir Ferdinand Marcos di Swiss. 

Antara Agustus 2001-2004, Peru dapat memperoleh kembali sekitar 180 juta dolar 
yang dicuri oleh Vladimiro Montesinos dari beberapa tempat, seperti Swiss, 
Cayman Islands dan Amerika Serikat. 

Nigeria antara September 2005 dan awal tahun 2006 berhasil mengumpulkan kembali 
505 juta dolar AS dari Sani Abacha, yang kekayaannya dibekukan oleh pihak 
berwenang Swiss. 

Pada Juli 2006, pihak berwenang Inggris mengembalikan 1.9 juta dolar AS yang 
dicurigai sebagai aset yang dikumpulkan secara ilegal oleh Diepreye 
Alamieyeseigha, Gubenur Bayelsa, negara bagian di Nigeria yang dikenal kaya 
akan minyak. 

Namun PBB-Bank Dunia mengingatkan bahwa pengembalian aset negara yang dicuri 
akan sangat memakan waktu, memerlukan kredibilitas dan upaya yang berkelanjutan 
serta keinginan politik yang kuat dari suatu negara. (WD)
 
http://www.rri-online.com/modules.php?name=Artikel&sid=32729


       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke