Menyingkap Tabir Ramadhan
  Oleh: Zamhasari J. Naimah, MA.
   
  SATU MINGGU sudah umat Islam di seluruh dunia ini berada dalam bulan suci 
Ramadhan, dan itu artinya kita sudah berada di penghujung sepertiga dari bulan 
yang penuh dengan berkah dan ampunan dari Allah SWT. Diantara keistemewaan 
ibadah puasa itu adalah sebagai “alat pengukur” batas keimanan seorang hamba 
kepada Allah SWT karena memang ibadah puasa dilengkapi dengan “seperangkat 
peraturan” yang harus dipatuhi pada saat menjalankan ibadah puasa itu. Diantara 
peraturan-peraturan itu selain menahan nafsu untuk tidak makan dan minum 
dimulai sejak waktu imsak hingga terbenamnya matahari, bagi suami dan  isteri 
juga harus menahan nafsu syahwat untuk tidak melakukan “hubungan badan,” serta 
menghindari segala hal yang bisa membatalkan pahala puasa. Karena begitu 
pentingnya ibadah puasa ini, maka dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, 
“Semua amalan anak Adam itu adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya ibadah 
puasa itu adalah untukKu dan Akulah yang akan memberi balasannya.”
 (HR. Bukhori). Melalui ibadah puasa inilah keimanan, kesabaran, ketabahan, 
keyakinan dan ketaatan kita kepada Allah SWT diuji serta sejauh mana pula 
kemampuan kita dalam menahan hawa nafsu duniawi dan larangan-larangan Allah SWT.
   
  Ibadah puasa bukan hanya untuk kepentingan rohani semata, melainkan ibadah 
puasa juga memiliki alasan dari sisi saintifik dan berperan sebagai pengontrol 
kesehatan jasmani. Para dokter dari berbagai agama dan lintas Negara setelah 
melakukan penelitian yang cukup mendalam tentang praktek puasa ini sependapat 
bahwa puasa dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Menurut Dr. Alan Cott, 
seorang ahli obat-obatan Amerika yang bertempat tingal di Texas mengatakan, 
“Berpuasa itu dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Mulai dari penyakit migren 
(sakit kepala) hingga penyakit tekanan darah tinggi, penyakit tulang dan 
penyakit anemia.” Masih menurut Dr. Cott bahwa 99 persen masyarakat yang 
terkena penyakit tersebut disebabkan oleh kelebihan makan (overeating). Puasa 
juga dapat berfungsi untuk membersihkan diri bagi para peminum minuman keras. 
Dr. Yuri Nikolayev asal Rusia menyebutkan bahwa puasa juga terbukti cukup ampuh 
untuk mengobati penyakit jiwa (schizophrenia) dan penyakit mental
 lainnya.
   
  Pada bulan puasa ini pula kita diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah 
sebagai bentuk kepedulian kita kepada mereka yang tidak mampu. Melalui zakat 
fitrah itu pula, seyogyanya hati kita tergugah untuk memikirkan nasib sesama 
umat Islam yang ada di sekitar kita terutama kaum fakir dan miskin. Dengan 
zakat dari kita itu pula diharapkan mereka yang tidak mampu itu tadi dapat 
menikmati indahnya bulan suci Ramadhan ini dan dapat pula turut merayakan 
kebahagiaan pada bulan Syawal (Hari Raya). Ibadah puasa dan Hari Raya adalah 
dua peristiwa penting dalam kehidupan umat Islam. Diantara dua peristiwa itu 
terdapat satu peristiwa yang sangat bersejarah yaitu awal mula ayat suci 
al-Qur’an diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabiullah Muhammad SAW atau yang 
lebih dikenal dengan peristiwa nuzul al-Quran atau turunnya al-Qur’an.
   
  Sebagaimana yang pernah saya sampaikan dalam Pengajian Sabtu di Musholla 
Baiturrahman pada beberapa bulan lalu, bahwa al-Quran adalah mu’jizat dari 
Allah SWT yang diberikan kepada Rasulullah Muhammad SAW sebagai “Kitab 
Undang-Undang” bagi umat Islam. Kita percaya bahwa Allah SWT adalah Dzat yang 
telah menciptakan alam semesta ini. Dan melalui sunnatullah pula umat manusia 
ini dijadikan bersuku bangsa antar satu sama lainnya yang tujuannya tidak lain 
dan tidak bukan adalah supaya kita saling mengenal. Sebagai bangsa yang hidup 
di dunia ini dari beragam suku dan bangsa, kita diikat oleh sebuah peraturan 
yang kita kenal dengan Undang-Undang atau Konstitusi. Undang-Undang atau 
Konstitusi dunia ini dibuat oleh manusia yang tujuannya tidak lain adalah agar 
kita disiplin dan tertata rapi dalam hidup berbangsa dan bernegara. Dan dalam 
konstitusi itu, dikenal pula istilah Amandemen. Bila peraturan yang ada dalam 
Konstitusi itu mengalami perubahan (amandemen), maka peraturan yang
 baru itulah yang dipakai dan peraturan yang lama akan gugur dengan sendirinya. 
   
  Begitu pula dalam konteks kita sebagai manusia yang beragama. Dalam beragama 
ini, kita juga diikat oleh Allah SWT dengan aturan-aturan melalui Kitab 
Suci-Kitab SuciNya yang disampaikan melalui para Rasul utusanNya. Kitab 
Suci-Kitab Suci tersebut datangnya dari Allah SWT, diantaranya Kitab Taurat, 
Kitab Zabur, Kitab Injil dan yang terakhir adalah Kitab al-Qur’an al-Kariem. 
Pesan inti dari semua Kitab Suci itu adalah sama: yaitu pesan untuk menyembah 
Allah SWT tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dengan Kitab Suci itu 
pula kita dituntun untuk hidup taat yang tujuan akhirnya adalah selamat di 
dunia dan bahagia di akhirat kelak. Perlu diingat, bahwa sesuai dengan 
sunnatullah pula, Kitab Suci-Kitab Suci itu juga mengalami amandemen. Dan 
al-Qur’an al-Kariem merupakan Kitab Suci dari Allah SWT yang terakhir sekaligus 
merupakan “hasil amandemen terakhir” dari Kitab Suci-Kitab Suci terdahulu. 
   
  Sesungguhnya dengan mengikuti aturan-aturan sesuai dengan apa yang telah 
ditetapkan oleh Allah SWT dalam al-Qur’an itu, akan mendatangkan rahmat yang 
besar bagi kehidupan manusia sekaligus akan meninggikan derajat manusia itu 
sendiri, dan yang tidak kalah pentingnya al-Qur’an juga diturunkan untuk 
menuntun kehidupan umat Islam yang sudah carut marut dan mengikuti 
aliran-aliran yang sesat. Karena itu, anggapan yang menyatakan bahwa al-Qur’an 
sudah tidak relevan dan tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang ini adalah 
sebagai tanda dangkalnya pemahaman seseorang itu terhadap al-Qur’an, yaitu 
Kitab Undang-Undang  “hasil amandemen terakhir” dari Allah SWT, Dzat yang 
menciptakan dan menguasai alam semesta ini. Wallahu a’lam.[]
   
  Zamhasari J. Naimah, MA., kontributor pada Journal of Religious Studies & 
Global Politics; Pelajar pada Department of Philosophy and Religion di Madurai 
Kamaraj University, India. 


                            * * * * *
  Zamhasari Jamil
  Department of Philosophy & Religion
  Madurai Kamaraj University 
  Madurai, India 625 021
    Website : http://www.mkuniversity.org
  Weblog  : http://www.e-tafakkur.blogspot.com 
    Email : izamsh@ yahoo.com

















       
---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke