assalamu'alaikum ustdzh dwi...,

namanya juga baru pengantar, makanya ustdzh dwi mesti nambahin, 
hehehe... oya, salam buat cak huttaqie ya... gmana kbr si abang? 
hehehe... waduh terakhir kali chat ama ustdzh bbrp bulan lalu 
kayaknya putus di tengah jalan ya? dah lupa nih, hehehe.... met makan 
bubur ayam ya... kring...kring mbak listy dan k ida, :)

wassalam,

izam -

--- In [email protected], "Dwi Irwanti" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Izam,...
> Nggg...kayanya...kayanya tabirnya belum tersingkap deh... :)
> Ini namanya baru melihat-lihat dari luar :) hehehe
> 
> Met puasa...:)
> 
> Wassalam
> -i2n-
> 
> 
> 
> --- In [email protected], Zamhasari Jamil <izamsh@> wrote:
> >
> > Menyingkap Tabir Ramadhan
> >   Oleh: Zamhasari J. Naimah, MA.
> >    
> >   SATU MINGGU sudah umat Islam di seluruh dunia ini berada dalam 
> bulan suci Ramadhan, dan itu artinya kita sudah berada di 
penghujung 
> sepertiga dari bulan yang penuh dengan berkah dan ampunan dari 
Allah 
> SWT. Diantara keistemewaan ibadah puasa itu adalah sebagai "alat 
> pengukur" batas keimanan seorang hamba kepada Allah SWT karena 
> memang ibadah puasa dilengkapi dengan "seperangkat peraturan" yang 
> harus dipatuhi pada saat menjalankan ibadah puasa itu. Diantara 
> peraturan-peraturan itu selain menahan nafsu untuk tidak makan dan 
> minum dimulai sejak waktu imsak hingga terbenamnya matahari, bagi 
> suami dan  isteri juga harus menahan nafsu syahwat untuk tidak 
> melakukan "hubungan badan," serta menghindari segala hal yang bisa 
> membatalkan pahala puasa. Karena begitu pentingnya ibadah puasa 
ini, 
> maka dalam hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, "Semua amalan anak 
> Adam itu adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya ibadah puasa 
> itu adalah untukKu dan Akulah yang akan memberi balasannya."
> >  (HR. Bukhori). Melalui ibadah puasa inilah keimanan, kesabaran, 
> ketabahan, keyakinan dan ketaatan kita kepada Allah SWT diuji serta 
> sejauh mana pula kemampuan kita dalam menahan hawa nafsu duniawi 
dan 
> larangan-larangan Allah SWT.
> >    
> >   Ibadah puasa bukan hanya untuk kepentingan rohani semata, 
> melainkan ibadah puasa juga memiliki alasan dari sisi saintifik dan 
> berperan sebagai pengontrol kesehatan jasmani. Para dokter dari 
> berbagai agama dan lintas Negara setelah melakukan penelitian yang 
> cukup mendalam tentang praktek puasa ini sependapat bahwa puasa 
> dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Menurut Dr. Alan Cott, 
seorang 
> ahli obat-obatan Amerika yang bertempat tingal di Texas 
> mengatakan, "Berpuasa itu dapat menyembuhkan berbagai penyakit. 
> Mulai dari penyakit migren (sakit kepala) hingga penyakit tekanan 
> darah tinggi, penyakit tulang dan penyakit anemia." Masih menurut 
> Dr. Cott bahwa 99 persen masyarakat yang terkena penyakit tersebut 
> disebabkan oleh kelebihan makan (overeating). Puasa juga dapat 
> berfungsi untuk membersihkan diri bagi para peminum minuman keras. 
> Dr. Yuri Nikolayev asal Rusia menyebutkan bahwa puasa juga terbukti 
> cukup ampuh untuk mengobati penyakit jiwa (schizophrenia) dan 
> penyakit mental
> >  lainnya.
> >    
> >   Pada bulan puasa ini pula kita diwajibkan untuk mengeluarkan 
> zakat fitrah sebagai bentuk kepedulian kita kepada mereka yang 
tidak 
> mampu. Melalui zakat fitrah itu pula, seyogyanya hati kita tergugah 
> untuk memikirkan nasib sesama umat Islam yang ada di sekitar kita 
> terutama kaum fakir dan miskin. Dengan zakat dari kita itu pula 
> diharapkan mereka yang tidak mampu itu tadi dapat menikmati 
indahnya 
> bulan suci Ramadhan ini dan dapat pula turut merayakan kebahagiaan 
> pada bulan Syawal (Hari Raya). Ibadah puasa dan Hari Raya adalah 
dua 
> peristiwa penting dalam kehidupan umat Islam. Diantara dua 
peristiwa 
> itu terdapat satu peristiwa yang sangat bersejarah yaitu awal mula 
> ayat suci al-Qur'an diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabiullah 
> Muhammad SAW atau yang lebih dikenal dengan peristiwa nuzul al-
Quran 
> atau turunnya al-Qur'an.
> >    
> >   Sebagaimana yang pernah saya sampaikan dalam Pengajian Sabtu di 
> Musholla Baiturrahman pada beberapa bulan lalu, bahwa al-Quran 
> adalah mu'jizat dari Allah SWT yang diberikan kepada Rasulullah 
> Muhammad SAW sebagai "Kitab Undang-Undang" bagi umat Islam. Kita 
> percaya bahwa Allah SWT adalah Dzat yang telah menciptakan alam 
> semesta ini. Dan melalui sunnatullah pula umat manusia ini 
dijadikan 
> bersuku bangsa antar satu sama lainnya yang tujuannya tidak lain 
dan 
> tidak bukan adalah supaya kita saling mengenal. Sebagai bangsa yang 
> hidup di dunia ini dari beragam suku dan bangsa, kita diikat oleh 
> sebuah peraturan yang kita kenal dengan Undang-Undang atau 
> Konstitusi. Undang-Undang atau Konstitusi dunia ini dibuat oleh 
> manusia yang tujuannya tidak lain adalah agar kita disiplin dan 
> tertata rapi dalam hidup berbangsa dan bernegara. Dan dalam 
> konstitusi itu, dikenal pula istilah Amandemen. Bila peraturan yang 
> ada dalam Konstitusi itu mengalami perubahan (amandemen), maka 
> peraturan yang
> >  baru itulah yang dipakai dan peraturan yang lama akan gugur 
> dengan sendirinya. 
> >    
> >   Begitu pula dalam konteks kita sebagai manusia yang beragama. 
> Dalam beragama ini, kita juga diikat oleh Allah SWT dengan aturan-
> aturan melalui Kitab Suci-Kitab SuciNya yang disampaikan melalui 
> para Rasul utusanNya. Kitab Suci-Kitab Suci tersebut datangnya dari 
> Allah SWT, diantaranya Kitab Taurat, Kitab Zabur, Kitab Injil dan 
> yang terakhir adalah Kitab al-Qur'an al-Kariem. Pesan inti dari 
> semua Kitab Suci itu adalah sama: yaitu pesan untuk menyembah Allah 
> SWT tanpa menyekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dengan Kitab Suci 
> itu pula kita dituntun untuk hidup taat yang tujuan akhirnya adalah 
> selamat di dunia dan bahagia di akhirat kelak. Perlu diingat, bahwa 
> sesuai dengan sunnatullah pula, Kitab Suci-Kitab Suci itu juga 
> mengalami amandemen. Dan al-Qur'an al-Kariem merupakan Kitab Suci 
> dari Allah SWT yang terakhir sekaligus merupakan "hasil amandemen 
> terakhir" dari Kitab Suci-Kitab Suci terdahulu. 
> >    
> >   Sesungguhnya dengan mengikuti aturan-aturan sesuai dengan apa 
> yang telah ditetapkan oleh Allah SWT dalam al-Qur'an itu, akan 
> mendatangkan rahmat yang besar bagi kehidupan manusia sekaligus 
akan 
> meninggikan derajat manusia itu sendiri, dan yang tidak kalah 
> pentingnya al-Qur'an juga diturunkan untuk menuntun kehidupan umat 
> Islam yang sudah carut marut dan mengikuti aliran-aliran yang 
sesat. 
> Karena itu, anggapan yang menyatakan bahwa al-Qur'an sudah tidak 
> relevan dan tidak sesuai lagi dengan zaman sekarang ini adalah 
> sebagai tanda dangkalnya pemahaman seseorang itu terhadap al-
Qur'an, 
> yaitu Kitab Undang-Undang  "hasil amandemen terakhir" dari Allah 
> SWT, Dzat yang menciptakan dan menguasai alam semesta ini. Wallahu 
> a'lam.[]
> >    
> >   Zamhasari J. Naimah, MA., kontributor pada Journal of Religious 
> Studies & Global Politics; Pelajar pada Department of Philosophy 
and 
> Religion di Madurai Kamaraj University, India. 
> > 
> > 
> >                             * * * * *
> >   Zamhasari Jamil
> >   Department of Philosophy & Religion
> >   Madurai Kamaraj University 
> >   Madurai, India 625 021
> >     Website : http://www.mkuniversity.org
> >   Weblog  : http://www.e-tafakkur.blogspot.com 
> >     Email : izamsh@ yahoo.com
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> >        
> > ---------------------------------
> > Got a little couch potato? 
> > Check out fun summer activities for kids.
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke