Saran untuk pak Anton:
  Pak, bagaimana untuk pengadaan pupuk organik dikembangkan juga sektor usaha 
peternakan.  Jadi keduanya saling bersinergi, Integrated Farming System. Hasil 
survey yang pernah dilakukan, 64% petani menyatakan Pupuk Organik sulit didapat 
dipasar, 60% petani menyatakan tidak yakin efektivitasnya dan 59% petani 
menyatakan mutu tidak terjamin.
   
  Salam.
   
  Agus Ramada S
  http://www.dombagarut.blogspot.com 
  http://www.organicindonesianvanilla.blogspot.com 


Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          
http://www.mediaindonesia.com/berita.asp?id=143634

*RI Bidik Pasar Organik*

Penulis: Asep

JAKARTA--MIOL: Departemen Pertanian memprediksi pasar pangan organik dunian
akan mencapai USD100 miliar di 2010. Namun, dari pangsa pasar sebesar itu,
kontribusi Indonesia masih sangat kecil.

"Tahun 2003, pasar global organik hanya USD27 miliar yang bagian terbesarnya
berada di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang. Namun, yang menarik untuk
diamati ialah pertumbuhannya yang sangat cepat," kata Menteri Pertanian di
Jakarta, Kamis.

Menurut Anton, negara yang paling besar menikmati pasar organik ini ialah
Thailand. Tahun 2002 pasar pertanian organik negeri Gajah Putih ini baru
mencapai USD9,4 juta. Angka ini meningkat pesat dalam tiga tahun hingga 145%
atau menjadi senilai US$23 juta. Setelah pertumbuhan tersebut, Thailand
selalu menikmati pertumbuhan sebesar 30%.

Sedangkan di Indonesia, Anton mengatakan potensinya sangat besar bahkan saat
ini, trennya mulai meningkat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya lahan
organik bersertifikat menjadi 21,7 ribu hektare pada 2005. Padahal,
sebelunya lahan organik ini hanya mencapai 2.100 Ha. "Peningkatan ini juga
bisa dilihat dari banyaknya petani organik, LSM, dan praktisi yang
berkecimpung di pertanian organik," jelasnya.

Untuk membantu pengembangan sektor ini, Anton mengatakan, pemerintah akan
meningkatkan promosi pangan organik. Selain itu, pemerintah juga mneyiapkan
skema subsidi untuk pupuk organik. Program ini akan diawali tahun depan
dengan alokasi pupuk 200 ribu ton. Pemerintahpun telah mengeluarkan Standard
Nasional Indonesia (SNI). Standard ini tidak diberikan pada produk tapi pada
pelaksana atau sistemnya. (Toh/OL-1)

[Non-text portions of this message have been removed]



                         

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke