http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0709/25/082953.htm



*Kaum Pedofil Punya Kelainan Otak*

Pelaku pedofilia yang punya kecenderungan melakukan hubungan seksual dengan
anak-anak dianggap memiliki kelainan secara sosial. Secara fisik, para
peneliti juga membuktikan bahwa pengidap pedofilia mungkin disebabkan
kelainan pada otaknya.

Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pemindaian otak menggunakan teknologi
fMRI (functional magnetic resonance imaging). Para peneliti di Universitas
Yale, Inggris melihat perbedaan aktivitas otak pedofil dibandingkan otak
orang pada umumnya jika dihadapkan pada gambar-gambar erotis.

Aktivitas otak pedofil lebih lambat dibandingkan aktivitas otak rata-rata
orang biasa. Bagian otak yang disebut hypothalamus memberikan respon yang
lebih kecil padahal bagian inilah yang diketahui mengatur respon terhadap
rangsangan dan produksi hormon. Semakin parah kecenderungan pedofilianya,
semakin lambat pula aktivitas otak yang disebut frontal cortex.

Hal tersebut menguatkan pendapat bahwa terjadinya masalah pada bagian
tersebut mungkin ikut berperan dalam pembentukan keinginan untuk melakukan
hubungan seksual dengan anak-anak. Pada beberapa kasus, pasien pengidap
tumor otak juga berpikiran serupa dan hilang begitu tumor diambil.
Kemunduran pada bagian-bagian tersebut mungkin mendorong seseorang lebih
peka terhadap rangsangan lainnya.

Temuan tersebut merupakan bukti pertama adanya perbedaan pola berpikir
antara pengidap pedofilia dan yang bukan. Hasil penelitian dilaporkan dalam
jurnal Biological Psychiatry.

Meski demikian, editor jurnal Dr. John Krystal menyatakan pola otak yang
demikian belum tentu dapat dipakai untuk mengukur kecenderungan pedofilia
pada seseorang. Ia mengatakan temuan tersebut hanya salah satu faktor yang
kompleks.

"Temuan kami mungkin menjadi tahap awal mempelajari neurobiologi pedofilia
yang kelak dapat digunakan untuk mengembangkan terapi baru yang efektif
untuk mengatasi kelainan ini," ujar Dr, Greorg Northoff. Di Inggris,
sejumlah pakar kesehatan mempelajari fungsi otak untuk mempelajari pedofilia
dan jenis kriminalitas kompulsif.

Itulah mengapa Dr. keith Ashcroft, seorang pakar psikologi forensik di Pusat
Forensik Neurosains di Lancashire, Inggris menyarankan obat
anti-schizoprenia yang mempengaruhi fungis otak. Temuan tersebut juga
membuktikan bahwa pengobatan pedofilia dengan obat-obatan yang menjadikan
otak sebagai target memungkinkan.


Sumber: BBC
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke