http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0709/25/084519.htm



*Hawa Ruang Angkasa Bikin Bakteri Makin Berbahaya*

WASHINGTON, SELASA - Mikroba jenis salmonella yang menyebabkan penyakit
tipus menjadi lebih kuat dan berbahaya sejak dibawa ke luar angkasa beberapa
hari. Demikian salah satu hasil percobaan yang dilaukan selama misi
peluncuran wahana ulang alik Atlantis yang dilaporkan Senin (24/9).

Dalam percobaan tersebut, para ahli mukrobiologi dari Arizona State
University mengemas tabung berisi bakteri salmonella ke dalam wahana yang
diluncurkan September 2006 dan kembali lagi ke Bumi setelh menjalani misi
belasan hari. Hal tersebut dilakukan untuk mengukur seberapa besar pengaruh
ruang angkasa terhadap mikroba patogen penyebab penyakit.

Sampel salmonella yang terbang jutaan kilometer selama di orbit ternyata
mengubah pola gen di tubuhnya. Seperti dilaporkan dalam jurnal Proceedings
of the National Academy of Sciences, perubahan gen tersebut kentara
dibandingkan bakteri sejenis yang tetap di permukaan Bumi.

Dari hasil penelitian ruang angkasa, para peneliti mengungkap bahwa cara
kerja protein yang disebut Hfq merupakan penentu kekuatan dan daya serang
bakteri. Pengamatan morfologi menunjukkan bahwa bakteri tersebut membentuk
formasi yang disebut biofilm, struktur yang tidak dibentuk bakteri yang
tetepa di permukaan Bumi. Temuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk
mempelajari bagaimana sel-sel tersebut bekerja di Bumi.

Selanjutnya, para peneliti juga mengukur daya serang terhadap tubuh dengan
melakukan percobaan pada tikus. Hasilnya, bakteri yang mengangkasa memiliki
peluang menyebabkan penyakit tiga kali lebih besar dibandingkan bakteri
kontrol. Sekitar tiga minggu masa percobaan, 40 persen tikus di laboratorium
yang terpapar bakteri kontrol masih hidup, sedangkan hanya 10 persen yang
hidup ketika terpapar bakteri yang sudah "menghirup" hawa ruang angkasa.

"Hasil penelitian ini dapat membantu kita mempelajari lebih dalam mengenai
salmonella dan penyakit infeksi lainnya di ruang nagkasa dan di Bumi, yang
mungkin suatu saat berguna untuk mengembangkan cara pengobatan baru," ujar
Profesor Cheryl Nickerson dan James Wilson yang menulis laporan tersebut.

Salmonella dan bakteri sejenis merupakan biang berbagai penyakit yang banyak
menyerang di negar-negara berkembang. Tidak ada vaksin yang dibuat khusus
untuk salmonella dan bakteri tersebut semakain resisten terhadap kadar
antibiotik yang dikembangkan. Untuk mengungkap lebih jauh pengaruh ruang
angasa terhadap perkembangan bakteri, penelitian lanjutan telah direncanakan
pada penerbangan tahun 2008.

Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke