http://www.antara.co.id/arc/2007/10/3/pembangunan-jembatan-selat-sunda-gunakan-produksi-lokal/



*Pembangunan Jembatan Selat Sunda Gunakan Produksi Lokal*

Merak, Banten (ANTARA News) - Pembangunan jembatan selat sunda (JSS)
sedikitnya akan mempergunakan 50 persen bahan baku yang diproduksi dalam
negeri khususnya baja tulang dan semen (untuk pembuatan beton).

"Pasti bahan baku lokal banyak dibutuhkan karena mutunya juga sudah bagus,"
kata Prof. Wiratman Wangsadinata, pelaksana pra-studi kelayakan pembagunan
JSS di Merak, Rabu.

Sedangkan, bahan material yang akan diimpor itu terutama baja untuk jembatan
gantungnya. "Baja tersebut bisa saja diimpor dari Cina, Jepang atau Korea
Selatan," ungkapnya.

Dijelaskannya, pembangunan JSS itu juga akan mempergunakan teknologi tinggi
yang akan dikerjakan oleh tenaga ahli dari dalam maupun luar negeri.

"Rencananya selain dikerjakan oleh tenaga ahli terbaik di Indonesia, juga
ada beberapa dari luar negeri. Tapi kita (ahli dari Indonesia) yang pegang
kendalinya," kata Wiratman.

Sementara itu, mengenai kekuatan jembatan selat sunda ini, memang akan
dirancang tahan gempa dan tsunami, katanya.

Pada saat ini, kata dia, teknologi jembatan gantung sudah mencapai taraf
tinggi yang mampu menahan gempa.

"JSS akan dirancang untuk bisa menahan gempa skuat yang pernah terjadi
sampai 9 SR atau bahkan lebih dari itu," katanya dengan dengan menambahkan
ekosistem di wilayah yang akan dilalui jembatan ini harus dijaga.

Sedangkan, untuk tsunami bisa dihindari karena ketinggian jembatan mencapai
70 meter dan tsunami belum pernah setinggi itu.

Pra-studi kelayakan pembangunan JSS diperkirakan akan rampung pada akhir
2009, tapi awal tahun 2009 tahap studi kelayakan sudah bisa
dimulai.Diperkirakan akan selesai selama tiga tahun.

Selanjutnya, pembangunan JSS ini paling cepat sekitar sembilan tahun dan
jika diperhitungkan paling cepat 2025 sudah bisa dioperasikan.

Proyek JSS sepanjang 29 km ini diperkirakan menelan 10 miliar dolar Amerika
Serikat (AS) yang pendanaannya saat ini masih didukung penuh oleh AG
Network. namun kedepan bisa saja didanai oleh pihak lain. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke