http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8028



*TNI AL HARUS SELALU SEMPURNAKAN DOKTRIN OPERASI*

Surabaya, Wakil Asisten Operasi (Waasops) Kasal, Laksma TNI Slamet
Yulistiono mengemukakan bahwa TNI AL harus selalu menyempurnakan doktrin
operasi sesuai dengan perkembangan tantangan yang dihadapi.

"Tidak ada pilihan lain bagi TNI AL, kecuali terus menerus menyempurnakan
doktrin, baik pada level strategis, operasional maupun taktis operasi laut
sejalan dengan perkembangan jaman," katanya sebagaimana dikutip siaran pers
Koarmatim yang diterima ANTARA di Surabaya, Rabu.

Saat menutup Sidang Dewan Pengembangan Operasi dan Taktik (Wanbangopstik)
ke-52 tahun 2007 di Markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) itu,
Slamet Yulistiono mengemukakan bahwa perkembangan lingkungan strategis yang
dinamis saat ini telah membawa dampak terhadap perubahan doktrin militer.

"Karena itu kita harus selalu memperbarui taktik peperangan maupun kegiatan
operasional yang mampu mendukung tugas," kata mantan Kepala Dinas Penerangan
TNI AL (Kadispenal) itu.

Menurut dia, dinamika perkembangan lingkungan strategis dalam negeri yang
ditandai oleh berbagai perubahan besar di bidang politik, ekonomi, sosial,
budaya dan pertahanan harus disikapi secara bijak dan proporsional oleh TNI
AL selaku komponen utama pertahanan negara di laut.

Ia mengatakan bahwa semangat dan dedikasi yang tinggi dari pesera sidang
Wanbangopstik kali ini telah mampu menghasilkan naskah yang berbobot dan
aplikatif.

"Naskah hasil sidang yang sudah memenuhi kriteria dapat dijadikan sebagai
referensi serta dapat dijadikan bahan masukan atau sumbangan pemikiran
kepada Departemen Pertahanan guna membantu berbagai kebijakan yang
dikeluarkan untuk mendukung tugas pokok TNI AL," ujarnya.

Sidang yang berlangsung selama dua hari itu bertujuan untuk mengevaluasi dan
mengembangkan konsep sebagai bahan masukan bagi pimpinan TNI AL dalam
menyediakan perangkat yang dibutuhkan guna menunjang penyelenggaraan operasi
dan latihan TNI AL.

Materi yang dibahasa dalam sidang yang diikuti 130 peserta ini meliputi
petunjuk lapangan penyelenggaraan survival di laut dan darat, teknik
penggunaan PMAR (portable magnetik and acoustic range) dalam tindakan
perlawanan ranjau.

Materi lainnya adalah, pelibatan Polisi Militer TNI AL (Pomal) dalam operasi
amfibi, survei hidro oceanografi dalam operasi laut dan petunjuk operasi
Amfibi dalam keadaan tertentu.

Sumber: ANTARA


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke