http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=8038



*TNI-AU SEGERA BANGUN PANGKALAN RADAR DI SAUMLAKI*

Ambon - Pihak *TNI Angkatan Udara* (AU) akan segera membangun pangkalan
radar pengintai di Saumlaki, ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB),
mengingat sarana ini sangat dibutuhkan dan mendesak guna mengamankan kawasan
pulau terluar yang ada di wilayah Indonesia Timur, terutama terhadap
intervensi pihak luar.

"Pembangunan Radar pengintai di Saumlaki ini sudah sangat mendesak dan akan
segera dilakukan," ujar Danlanud Pattimura Ambon, Kol (Pnb) Agus Munandar,
seusai perayaan HUT TNI, di Ambon, Jumat.

Ia mengakui, survei dan penentuan lokasinya sudah selesai dilakukan dan
telah dilaporkan ke pimpinan TNI-AU dan dalam waktu dekat ini akan segera
dibangun.

Khusus di wilayah Indonesia Timur selama ini hanya terdapat satu radar yakni
di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT), sedangkan Pangkalan Udara Pattimura di
Desa Laha, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, selama ini hanya merupakan
pendukung operasi saja.

Selain di Saumlaki, radar pengintai juga akan dibangun di Merauke, Irian
Jaya Barat.

Ditanya, tentang apakah Lanud Pattimura pernah mendeteksi masuknya pesawat
asing terutama dari negara tetangga Australia dan Timor Leste yang melewati
wilayah Indonesia khususnya di Indonesia Timur, Danlanud Munandar mengakui,
sejauh ini belum terjadi.

"Kami senantiasa melakukan pengamatan dan deteksi dini setiap saat, namun
sampai saat belum belum ada laporan pesawat asing memasuki wilayah Indonesia
terutama di wilayah Indonesia Timur," katanya.

Ia mengakui, secara kasat mata sulit mendeteksi masuknya pesawat asing
terutama yang sudah memiliki teknologi canggih karena Lanud belum sepenuhnya
didukung sarana memadai terutama radar pengintai.

Berbagai kemungkinan, katanya, bisa saja terjadi, sehingga perlu
langkah-langkah antisipasi termasuk penambahan sarana pendukung berupa radar
pengintai.

"Selama ini kita menggunakan radar yang berada di Kupang dan jika ada
pesawat yang terbangnya rendah dan tidak sesuai dengan jadwal terbang yang
ada maka akan segera terdeteksi oleh radarnya," ujarnya seraya menambahkan
selama ini kondisinya masih normal.


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke