http://www.tni-au.mil.id/headline.asp?aid=1004


*PENGABDIAN TIDAK LUNTUR*

Pengabdian TNI yang tidak pernah luntur dalam mempertahankan kedaulatan
bangsa Indonesia sejak kelahirannya 62 tahun lalu, telah mendapat pengakuan
dari segenap komponen bangsa Indonesia, sesuai jatidiri TNI sebagai tentara
prajurit, tentara pejuang, tentara nasional dan profesional.

"Satu pengakuan yang akan selalu dijadikan modal utama bagi segenap prajurit
TNI, dalam membangkitkan semangat pengabdian untuk mempertahankan kedaulatan
negara, menjaga keutuhan wilayah dan melindungi segenap bangsa", tegas
*Panglima
TNI*.

Penegasan tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto pada
peringatan Hari TNI ke-62 di Lanud Hasanudin, yang dibacakan Irup
Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI IB Sanubari, Jumat (5/10). Dihadiri Kas
Koopsau II Marsma TNI Benjamin Dandel, Pangkosekhanudnas II Marsma TNI
Adityawarman,Kasdam VII Wirabuana Brigjen TNI BudiHeriyanto, Danlantamal VI
Laksma TNI Gatot Sujianto, Gubernur Sulsel HM Amin Syam dan sebagainya

Pada saat ini, lanjutnya, integritas dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik
Indonesia masih mengalami ujian yang tidak ringan, semangat persatuan dalam
kebhinekaan ternyata belum sepenuhnya dapat dihayati oleh sebagian
masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat adanya gejala separatisme kedaerahan,
radikalisme yang bernuansa Sara, kekerasan yang mengarah pada anarkisme
dengan berkedok demokratisasi senantiasa mengemuka dalam kehidupan bangsa.

"Munculnya kembali gerakan RMS Ambon, Gerakan OPM Papua dan berkibarnya
bendera GAM sebagai atribut partai lokal, termasuk penurunan bendera Merah
Putih sebagai lambang negara yang seharusnya berkibar didalam peringatan
Proklamasi Kemerdekaan RI, merupakan bukti nyata sebagai bentuk pengingkaran
terhadap komitmen kebangsaan yang telah dibangun oleh Founding Fathers
kita", jelasnya.

Menurutnya, TNI menyadari bahwa tanggung jawab yang dipikul sebagai garda
bangsa dan negara yang memiliki nilai geostrategis dan geopolitik yang
tinggi dalam percaturan global adalah bukan tugas ringan. Pihak asing akan
selalu berusaha mengancam kepentingan nasional antara lain dalam bentuk
upaya penguasaan wilayah terluar, illegal logging, illegal fishing dan
illegal mining, teror atau cara-cara melalui bidang ekonomi, politik dan
sosial budaya.

Pada kesempatan itu Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI IB Sanubari menyematkan
tanda kehormatan kesetian 24 tahun, 16 tahun dan 8 tahun kepada perwakilan
penerima, masing-masing Kapten Warih Sujianto (TNI AD), Serka Sunaryadi (TNI
AL) dan Praka Teguh Budi Santoso (TNI AU). ***Penkoopsau I


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke