http://www.kompas.com/
*Bayi Bisa Membedakan Bahasa* Bayi memang belum bisa berkata-kata, tapi tak berarti ia tak mampu memahami komunikasi manusia di sekitarnya. Bahkan menurut penelitian, bayi mungil Anda juga bisa membedakan dua bahasa berbeda hanya dengan melihat ekspresi orang yang berbicara. Hasil penelitian tersebut sangat menarik karena ini berarti bayi sebenarnya siap mempelajari multi bahasa, terutama jika orangtuanya berasal dari dua latar belakang budaya berbeda. Selama ini para ahli baru mengetahui bahwa bayi yang tuli belajar bahasa lewat ekspresi orang yang berbicara. "Kami tidak mengira bahwa bayi yang pendengarannya normal pun belajar bahasa dengan cara yang sama," kata Dr Laura-Ann Petito dari Cognitive Neuroscience Laboratory for Language, Bilingualism and Child Development di Dartmouth College, Kanada. Dalam penelitiannya, tim yang dipimpin oleh profesor Janet Werker membagi tiga kelompok bayi berusia 4, 6, dan 8 bulan, yang orangtuanya sehari-hari menggunakan bahasa Kanada di rumah. Bayi-bayi tersebut diberi tayangan video orang dewasa yang sedang berbicara menggunakan bahasa Prancis atau Inggris, namun tombol suara di video tersebut tidak diaktifkan. Para bayi melihat layar video dan memperhatikan ekspresi wajah orang yang bicara. Ketika bayi terlihat bosan pada tayangan tersebut dan mengalihkan perhatian, komputer akan mengganti tayangan bahasa berbeda. "Bayi-bayi itu memperhatikan perubahan bahasanya dan tertarik melihat ke layar lagi," kata Werker. Kemampuan bayi membedakan bahasa ternyata tergantung dari bahasa yang dipakai orangtuanya di rumah. Bayi berusia 8 bulan yang orangtuanya memakai dua bahasa di rumah, akan memperhatikan layar video saat tayangan bahasa berubah. Sedangkan bayi yang dibesarkan dengan satu bahasa tidak. Perkembangan bicara Pada usia 2 bulan, bayi memang sudah membedakan suara satu dengan lainnya, serta memberi respon dengan tersenyum atau tertawa. Sampai usia 6 bulan bayi sudah bisa mengeluarkan ocehan atau lontaran suara. Di usia 8 bulan, ia sudah mengerti beberapa suara dan kata. Hal ini sangat berguna untuk membantu perkembangan pemahamannya. Ia pun mulai bisa berteriak untuk mencari perhatian, berespon kala namanya dipanggil, dan tertarik saat ada orang berbicara meski tak langsung tertuju pada dirinya. Karena itu untuk mengembangkan kemampuan komunikasi buah hati Anda, berikan banyak rangsangan pada semua panca indera bayi, terutama agar ia melihat ekspresi orangtua ketika berbicara dengannya. (healthday/nakita) Penulis: An [Non-text portions of this message have been removed]

