*Nobel Perdamaian Bagi Al Gore dan IPCC* Oleh: Christoph Heinzle dari *Berlin*
10 Desember mendatang, Rajendra Pachauri mewakili IPCC menerima hadiah Nobel Perdamaian. Uang hadiah senilai 1,1 juta Dollar AS akan dibagi bersama peraih Nobel Perdamaian lainnya, yaitu mantan wakil presiden Amerika Al Gore. Mantan wakil presiden Al Gore punya satu misi: membangun kesadaran masyarakat Amerika akan tanggung jawab mereka pada lingkungan. Karena cita-citanya ini Al Gore ditertawakan, dicemooh dan bahkan diserang. Namun, semua itu tak membuatnya mundur. "Saat ini bumi sedang sakit. Bila anak Anda sakit, tentu Anda pergi ke dokter dan bertanya, apa yang dapat Anda lakukan. Tak mungkin Anda menolak saran dokter dengan dalih, ah, saya dengar, penyakit ini tidak terlalu parah." Dalam mengemban misinya, Al Gore berkeliling Amerika. Tak henti-hentinya ia menyampaikan ceramah dan mendesak masyarakat untuk lebih memperhatikan masalah lingkungan. Namun, Amerika seolah tuli terhadap segala perrmintaan Al Gore. Sampai akhirnya ia meluncurkan sebuah film dokumenter berjudul "An inconvenient truth" atau "Kebenaran yang tidak menyenangkan". Film bertema dampak pemanasan global ini meraup keuntungan 50 juta Dollar AS dan menerima dua Piala Oscar. Sejak saat itu, Al Gore diagung-agungkan sebagai politisi hijau yang menjadi panutan: "Perhatian untuk segala soal yang berkaitan dengan perubahan iklim langsung meningkat. Ini bukan masalah politik tapi masalah moral." Desakan pendukungnya yang ingin Al Gore kembali ke kancah politik dan mencalonkan diri sebagai presiden tak digubris laki-laki kelahiran tahun 1947 ini. Ia memilih untuk menyalurkan bakat dan pengalamannya selama memangku jabatan wakil presiden Amerika untuk mencari solusi bagi masalah perubahan iklim global. Al Gore tidak sendirian dalam perjuangannya untuk mengubah kesadaran dunia. Badan Internasional untuk Perubahan Iklim (IPCC) yang berdiri tahun 1988 mengemban misi serupa. Badan PBB yang berkedudukan di Jenewa ini mengumpulkan dan mengolah data dampak perubahan iklim. Sekitar 3.000 ilmuwan bekerja untuk menghasilkan laporan-laporan ilmiah dengan topik pemanasan global dan perubahan iklim dunia. Kepala IPCC Rajendra Pachauri mengingatkan, masalah ini harus ditangani bersama: "Bila negara-negara industri mengurangi konsumsi energinya, maka ini membantu negara berkembang dan negara industri baru, yang dapat memafaatkan energi tersebut untuk memperbaiki taraf hidup warga miskin." Rajendra Pachauri tahu persis apa yang ia bicarakan. Ia lahir di India tapi sempat mengecap pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Sejak tahun 2002 Pachauri mengepalai IPCC. Sosoknya kontroversial karena ia tak enggan mengkritik kebijakan dan politik lingkungan negara maju maupun berkembang. Mengenai penghargaan Nobel perdamaian yang tahun ini diterima oleh lembaga IPCC yang dipimpinnya, Pachauri berkomentar: "Saya yakin, tanggung jawab saya sekarang bertambah. Ini adalah kehormatan besar bagi IPCC yang menuntut saya bekerja lebih giat lagi. Saya kira, penghargaan ini menjadi inspirasi dan pacuan bagi para ilmuwan yang ingin atau sudah bekerja sama dengan kami."(zer) [Non-text portions of this message have been removed]

