uang bantuan tsunami larinya kemana aja tuh? lalu apa yg telah dibuktikan oleh 
lsm barat utk kemajuan indonesia? 
   
  omongan yg beredar: bencana bikin 2 macam cerita, ada yg aslinya sengsara 
(para korban), dan ada yg memanipulasi uang bencana utk kepentingan pribadinya.
  

--------------------------------------------------
  From: "B.DORPI P." <[EMAIL PROTECTED]>
To: "!B.DORPI P." <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re.: Diskusi Buku - Dewa-Dewa Pencipta Kemiskinan 
Date: Thu, 11 Oct 2007 09:06:45 +0700

        Kompas.com
   
  Senin.  8 Oktober 2007
   
  Diskusi Buku Dewa-Dewa Pencipta Kemiskinan 
Korupsi Berkedok Bisnis Bantuan
  Yogyakarta, Kompas - Masuknya berbagai bentuk bantuan dari lembaga 
internasional ke negara-negara dunia ketiga ternyata tidak selalu bersih dari 
korupsi. Meski berselubung bantuan, praktik korupsi masih bisa terjadi, 
terutama dengan banyaknya lembaga internasional yang tidak murni ingin membantu 
rakyat.   Menurut peneliti dan pakar sosiologi korupsi, George Junus 
Aditjondro, bantuan asing tidak betul-betul menguntungkan masyarakat negara 
yang dibantu. "Bantuan asing lebih merupakan suatu mekanisme untuk mendaur 
ulang uang pajak rakyat di negara kaya sembari memperkaya elite negara miskin," 
katanya, di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK) Universitas Gadjah Mada.   
Praktik korupsi berkedok bantuan ini menjadi fokus kajian yang tertuang di 
dalam buku bertajuk Dewa-Dewa Pencipta Kemiskinan karya Graham Hancock yang 
diterjemahkan dan diterbitkan oleh Cindelaras Pustaka Rakyat Cerdas (CPRC).   
CPRC bersama dengan Forum LSM Yogyakarta, Perhimpunan Solidaritas Buruh, PSPK
 UGM, dan Circle Indonesia menggelar diskusi buku tersebut pada Sabtu (6/10).   
Fenomena tersebut, lanjut George, mencuat sejak masa Orde Baru. Rakyat di luar 
pusat kekuasaan semakin terpinggirkan, meski dana bantuan mengalir dalam jumlah 
besar hingga berjuta-juta dollar. Sementara elite penguasa semakin tambun 
dengan timbunan kekayaan.   Nelayan di Aceh, misalnya, tetap mencari ikan 
dengan dayung meski dana triliunan masuk. Bantuan rekonstruksi dan rehabilitasi 
bencana dilakukan tanpa transformasi sehingga kedaulatan rakyat tidak terwujud. 
"Agenda setting bantuan semakin jauh dari kehidupan rakyat dan mewujudkan 
Indonesia sebagai surga bagi neoliberalisme. Organisasi nonpemerintah (ornop) 
hanya berfungsi untuk membantu korporasi menghindari pajak [di negeranya 
sendiri] dengan sumbangan sosial," tutur George.   Nilai lokal   Berjalannya 
program berkedok bantuan juga mengabaikan nilai lokal yang dianut masyarakat. 
Ada nilai yang dibawa lembaga pemberi bantuan yang
 ditempatkan sebagai acuan dalam menjalankan aktivitas sehingga mengabaikan 
pandangan sumber daya manusia setempat di lembaga asing tersebut.   Pekerja 
ornop, Victoria Fanggidae, mempertanyakan bagaimana lembaga internasional bisa 
mengubah keadaan masyarakat jika dalam tubuh mereka sendiri terjadi 
ketidakadilan.   Tren perubahan nilai, yaitu terkikisnya nilai kemanusiaan dan 
demokrasi, menurut Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia 
Rizal Malik, terjadi karena ada kecenderungan ornop untuk bergerak ke bentuk 
korporasi. 
  (WKM)  
   
   
   
   




      
[EMAIL PROTECTED]
milisgrup opini alternatif

  
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif

  
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan

  http://herilatief.wordpress.com/




 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke